Bos Ciputra: Rumah di Bawah Rp 1 Miliar Paling Diminati saat Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan penjualan rumah tapak kini mulai menggeliat. Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk, Candra Ciputra mengatakan, permintaan rumah tapak sempat mengalami penurunan saat awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

Saat ini, Candra mengatakan, rumah tapak yang paling banyak diminati adalah yang berkisar pada harga Rp 500 juta-Rp 1 miliar.

"Mulai Maret tahun lalu sangat ngefek penjualan kita tidak baik, rumah tapak pun tidak baik. Turun dari sebelum pandemi. Tapi berangsur naik terutama yang harganya Rp 500 sampai Rp 1 miliar," kata dia dalam Press Conference Founders' Day Ciputra Group 40th Anniversary, Jumat (22/10/2021).

Di sisi lain, penjualan Ciputra juga ditopang stimulus yang diberikan pemerintah, seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti yang diperpajang sampai Desember 2021. Sehingga penjualan Perseroan masih cukup terjaga.

“Mereka (konsumen) terutama mempertimbangkan dari segi harga. Pembelinya itu adalah yang pakai KPR. Pandemi ini bisa menjadikan KPR murah,” kata Candra.

Seperti diketahui, orang-orang melakukan pembelian rumah bukan hanya untuk memiliki hunian. Beberapa di antaranya membeli rumah atau properti untuk investasi, dan juga ada yang untuk modal kerja.

Namun, selama pandemi, pembelian properti untuk investai dan modal kerja cenderung menurun. "Jadi untuk invetsais pun itu belum terlalu. Tapi untuk KPR itu yang paling diminati konsumen,” ungkap Candra.

Sebelumnya, dalam rangka HUT ke-40, Ciputra Group mempersembahkan kegiatan virtual Expo bertajuk Ciputra Festival 4.0 yang diselenggarakan sejak September dan akan berakhir pada 31 Desember 2021.

Dalam gelaran itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menawarkan layanan diskon uang muka (down payment) mulai 4 persen. Selain itu Perseroan juga menawarkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) fixed 4,40 persen selama 3 tahun serta bebas biaya administrasi dan provisi KPR.

Penawaran tersebut melibatkan 14 mitra perbankan. Antara lain; BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank CIMB Niaga, Bank Panin, Bank OCBC NISP, Bank Danamon, Bank Permata, Maybank, Bank Nobu, BSI, BTN, BRI, dan Bank Mestika.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham CTRA

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Oktober 2021, saham CTRA naik 4,19 persen ke posisi Rp 1.120 per saham. Saham CTRA dibuka stagnan di posisi Rp 1.075 per saham.

Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.135 dan terendah Rp 1.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.199 kali dengan volume perdagangan 420.332. Nilai transaksi Rp 46,7 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel