Bos Dortmund akui kemungkinan harus cari pengganti Sebastien Haller

CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke mengakui timnya kemungkinan harus mencari pengganti Sebastien Haller yang harus beristirahat panjang setelah operasi kanker testis dan dijadwalkan menjalani kemoterapi beberapa bulan ke depan.

Menurut Watzke Dortmund tidak bisa meletakkan beban lini serang hanya di pundak penyerang remaja Youssoufa Moukoko mengingat musim baru Liga Jerman akan bergulir akhir pekan ini.

"Tampaknya sudah jelas bahwa dia akan absen untuk waktu yang relatif panjang dan meletakkan beban ke pundak Youssoufa Moukoko sendirian rasanya terlalu berat," kata Watzke kepada program Sportschau di stasiun televisi ARD seperti dilansir Reuters, Rabu.

Baca juga: RB Leipzig percaya diri bisa pulangkan Timo Werner dari Chelsea

"Jadi saya pikir kami akan melakukan sesuatu di level personal. Meskipun solusi terbaik juga sulit sebab karena opsi di bursa transfer juga tidak melimpah," ujarnya menambahkan.

Haller didatangkan Dortmund bulan lalu sebagai langkah menggantikan Erling Haaland yang hijrah ke Liga Premier Inggris bergabung dengan Manchester City.

Namun, tak sampai dua pekan sejak tiba, dalam sebuah sesi di pemusatan latihan Dortmund, Haller didapati mengidap tumor testis ganas.

Penyerang tim nasional Pantai Gading itu menjalani tindakan operasi pada akhir Juli dan diharuskan mengikuti kemoterapi sehingga menepi untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

"Idealnya sesuatu harus terjadi dalam 8-10 hari ke depan," kata Watzke tentang potensi langkah transfer Dortmund.

Dortmund dijadwalkan mengawali Liga Jerman 2022-23 dengan menjamu Bayer Leverkusen di Signal Iduna Park pada Sabtu (6/8). Mereka juga akan ambil bagian dalam putaran final Liga Champions musim ini.

Baca juga: Bayern Muenchen kontrak pemain muda Prancis Mathys Tel
Baca juga: Lewandowski mampir ke Bayern sampaikan salam perpisahan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel