Bos F1 Optimistis Bisa Gelar 23 Balapan Musim Depan

Stefan Ehlen
·Bacaan 2 menit

Agar memenuhi target 23 balapan, bos F1, Chase Carey sedang mencari kandidat tuan rumah yang mampu menyelenggarakan agenda tersebut pada 25 April 2021. Ia yakin akan mendapat jawaban positif sebelum kalender resmi dibuat.

“Kami punya perasaan positif dengan kalender ini. Semua promotor ingin menggelar event, dan dengan penonton. Slot ini harus diisi. Kami ingin mencari (pengganti) dalam waktu sesingkat mungkin,” ujarnya kepada Sky.

“Masih ada sedikit ketidakpastian dan kami tidak bisa melihat semuanya di masa depan. Tapi ada determinasi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa semua bergerak kembali.”

Hanoi semestinya menggelar putaran keempat, antara GP Cina dan GP Spanyol. Namun debut mereka sebagai penyelenggara terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan akibat ditangkapnya Nguyen Duc Chung karena kasus korupsi. Padahal, walikota Hanoi itu merupakan pendukung utama balapan jet darat dilaksanakan di negaranya.

Baca Juga:

Racing Point: Pole yang Didapatkan Stroll Bukan karena Keberuntungan Leclerc Dibuat Bingung dengan Performa Ferrari

Carey percaya pandemi Covid-19 akan segera berakhir sehingga situasi kembali normal. Mereka mesti memikirkan apa yang mesti dilakukan ketika hal itu terjadi. Oleh karena itu, F1 mulai merilis rancangan jadwal, serta memberi lampu hijau kepada promotor untuk membuka pemesanan tiket pre-sale.

Selain Vietnam, ada satu tuan rumah yang bermasalah yakni Arab Saudi. Debutan tersebut ingin melangsungkan balapan malam di Jeddah.

Namun, inisiatif mereka mendapat protes keras dari lembaga-lembaga internasional pembela hak asasi manusia. Negara yang dipimpin Raja Salman tersebut dianggap sering melanggar HAM.

Kecaman para aktivis dianggap angin lalu oleh Carey. Ia ingin mendukung Arab Saudi sebagai tuan rumah F1 2021.

“Kami sangat menantikan balapan di Arab Saudi, pastinya jadi tontonan. Bagi kami, itu adalah olahraga. Sangat penting punya lokasi yang menginspirasi dunia. Sebuah kesempatan bagi kami membawa sesuatu yang baru di tempat itu,” Carey menjelaskan.

“Olahraga memegang peranan penting untuk membangun jembatan kepada dunia lain atau budaya. Olahraga bisa memberi manfaat dan memulai kemajuan. Kami dapat melakukannya di Arab Saudi.”