Bos Facebook, Google, dan Twitter akan Bersaksi di Sidang Misinformasi

·Bacaan 1 menit
Facebook (LOIC VENANCE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Komite Energi dan Perdagangan Amerika Serikat mengagendakan sidang tentang misinformasi pada platform digital dengan memasukkan kesaksian dari Facebook, Google, dan Twitter.

Sidang yang dijadwalkan pada 25 Maret 2021 itu akan menjadi upaya bersama dari subkomite Teknologi dan Komunikasi dan subkomite Perlindungan Konsumen dan Perdagangan.

CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Google Sundar Pichai, dan CEO Twitter Jack Dorsey dijadwalkan untuk memberikan kesaksian.

"Sidang ini akan melanjutkan pekerjaan Komite dalam meminta pertanggungjawaban platform online atas meningkatnya misinformasi dan disinformasi," kata ketua komite seperti dilansir dari Antara Jumat (19/2/2021).

"Sudah terlalu lama, teknologi besar gagal mengakui peran yang mereka mainkan dalam mengobarkan dan menyampaikan informasi palsu yang terang-terangan kepada pemirsa online-nya. Pengaturan mandiri industri telah gagal," dia melanjutkan.

Dorsey (Twitter) dan Zuckerberg (Facebook) sebelumnya telah dipanggil Kongres pada November 2020 dalam sidang dadakan Kehakiman Senat tentang moderasi dan pelabelan misinformasi di platformnya.

Namun, sidang nanti akan menjadi sidang pertama yang mereka hadiri sejak serangan 6 Januari 2021 di Capitol AS dan berbagai upaya pengawasan yang mengikutinya.

Ketiga perusahaan tersebut sejak saat itu menghapus Presiden AS terdahulu, Donald Trump, dari platform mereka (dalam kasus Google, melalui YouTube), tindakan yang dinilai kontroversial di kalangan Partai Republik.

Saksikan video pilihan berikut ini: