Bos Facebook Kritik Apple di Clubhouse, Kenapa Lagi?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pertikaian antara Facebook dan Apple kian memanas. Belum lama ini, Bos Facebook Mark Zuckerberg menyebut, dirinya sama sekali tidak senang dengan update privasi Apple.

Update privasi Apple ini akan meminta pengguna memberikan izin terhadap berbagai aplikasi, termasuk Facebook, ketika aplikasi tersebut ingin melacak aktivitas pengguna di aplikasi atau website.

Pada sisi lain, Apple mengatakan perubahan privasi ini dimaksudkan untuk memberi pengguna lebih banyak kendali atas data mereka. Perubahan kebijakan privasi ini diperkirakan akan meluncur sekitar bulan September ini.

Seteru antara Facebook dan Apple pun kian memanas manakala Mark Zuckerberg mengungkapkan keprihatinannya tentang update privasi Apple ini dalam sebuah diskusi di aplikasi audio chat Clubhouse.

Dikutip dari CNET, Jumat (19/3/2021), Zuckerberg mengungkap, update privasi ini bisa merugikan bisnis kecil dan para pengembang yang bergantung pada ekosistem Facebook ataupun pengembang yang menjajakan aplikasinya di App Store.

Facebook pun demikian, mendapatkan miliaran dolar AS tiap kuartalnya dari bisnis iklan. Jika pelacakan aktivitas harus dilakukan dengan persetujuan pengguna, pendapatan iklan Facebook berpotensi turun.

"Kenyataannya adalah, saya yakin kami akan mampu mengatasi situasi ini dengan baik dan kami akan berada dalam posisi yang baik. Saya pikir, mungkin saja kami berada dalam posisi yang lebih kuat jika update privasi Apple mendorong lebih banyak bisnis untuk melakukan perdagangan di platform kami," kata Mark Zuckerberg.

Pengembang Kecil Bakal Kesulitan karena Update Privasi Apple

Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay
Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay

Zuckerberg mengungkap, kemungkinan bisnis kecil dan pengembang akan lebih sulit dalam menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang sempat bersitegang dengan Apple. CEO Spotify Daniel Ek pun mengemukakan, layanan streaming musik yang dipimpinnya mengajukan keluhan antitrust terhadap Apple di Komisi Eropa pada 2019.

Penyebabnya tidak lain karena potongan 30 persen yang diambil Apple atas semua pembelian di aplikasi.

"Pandangan saya, ini sangat merusak. Tidak hanya Spotify tetapi seluruh jenis ekosistem pengembang dan pembuat aplikasi yang lebih luas. Ini juga alasan kami mengajukan keluhan resmi," kata Daniel Ek.

Bolak Balik Komunikasi dengan Apple

CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dok: marketwatch.com
CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dok: marketwatch.com

Mendengar komentar Ek, Zuckerberg menambahkan bahwa Facebook harus berulang kali berhubungan dengan Apple dalam waktu lama.

Menurut Zuckerberg, saat itu pihaknya harus berkomunikasi dengan Apple untuk mencegah pembesut iPhone itu mengambil potongan dari berita yang ada di Facebook.

"Saya rasa ini adalah masalah yang besar," tuturnya.

Apple pun tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pada November lalu, Apple menyebut akan menurunkan komisi App Store menjadi 15 persen untuk pengembang kecil yang memiliki penghasilan di bawah USD 1 juta per tahun.

(Tin/Ysl)