Bos Haas Jatuh Cinta dengan Etos Kerja Mick Schumacher

Jonathan Noble
·Bacaan 1 menit

Schumacher mengikuti latihan bebas F1 di grand prix Abu Dhabi, yang merupakan penutup F1. Memang pembalap yang nyaris direkrut Alfa Romeo itu termasuk paling lambat, namun hal itu tak bisa jadi patokan untuk memprediksi kinerja musim depan.

Steiner yakin Schumacher akan berhasil ke depannya berdasarkan pengamatan selama berinteraksi di paddock.

“Dia melakukan pekerjaan fantastis. Saya tidak melihat itu sebagai sesi tes, Anda tidak bisa melihat itu di sesi tes, Anda tidak bisa melihat potensi besar pembalap di sana,” ujarnya.

“Tapi apa yang Anda bisa lihat adalah kepribadiannya. Bagaimana dia bersiap untuk bekerja dan apa yang dilakukannya. Karena ada, untuk para pembalap muda ini, yang harus dilakukan, pertama kali di sirkuit F1, khususnya kalau nama belakang Anda Schumacher.

Baca Juga:

Ini Tanggapan Mick Schumacher soal Skandal Mazepin Mick Schumacher Ingin Ulangi Kesuksesan di F1

“Ada banyak mata mengawasi Anda dan jika Anda berusia 21, Anda perlu memiliki kepercayaan diri besar untuk melakukannya dan dia bekerja dengan baik sepanjang pekan.”

Putra Michael Schumacher berkoordinasi baik dengan para kru dan engineer serta menuntaskan tugas yang diberikan kepadanya.

“Dia bekerja dengan baik bersama para engineer. Saya melihat itu lebih dari performanya. Itu sangat bagus, apa yang dia lakukan dengan para engineer. Dia sangat pintar dengan komentar-komentarnya dan semuanya.

“Selain itu, performanya di mobil. Kami tidak memberi tekanan kepadanya tentang apa yang harus dilakukan (tapi) itu bagus. Saya mengatakan, yang paling penting adalah jangan membuat kesalahan, karena hanya itu yang membuatnya kembali.

“Dia tidak melakukan apapun (seperti itu). Dia performanya sangat bagus. Dia tahu di mana dia kehilangan waktunya dibandingkan orang lain.”

Setelah menuntaskan tes GP Abu Dhabi dan akan memiliki uji coba pramusim 1,5 hari di Barcelona pada Spanyol, Maret mendatang.