Bos Haas Langsung Turun Tangan jika Schumacher-Mazepin Cekcok

Kemal Şengül
·Bacaan 1 menit

Haas memutuskan untuk menduetkan dua pembalap muda, Mick Schumacher dan Nikita Mazepin, dalam Formula 1 (F1) 2021, meski tahu itu berisiko besar.

Steiner telah mengatakan dirinya mengizinkan pembalapnya untuk melakukan kesalahan demi mempelajari banyak hal dalam musim pertamanya di F1.

Schumacher dan Mazepin pastinya akan berusaha menunjukkan kualitasnya masing-masing dan akan tercipta persaingan panas di dalam garasi Haas.

Jika perselisihan mulai memanas dan mereka cekcok, Steiner tak segan untuk turun tangan dan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah keduanya.

“Persaingan dalam satu tim sangat menarik jika itu tetap dalam batas wajar. Jika situasinya mulai tak terkendali, saya pasti turun tangan. Saya pribadi tak merasa itu akan dibutuhkan. Saya percaya kepada dua pembalap kami,” kata Steiner dalam wawancara bersama Auto Bild dan F1-Insider.

“Saya sadar akan tanggung jawabnya. Saya juga tahu apa artinya balapan dengan pembalap muda seperti Mick Schumacher dan Nikita Mazepin. Akan ada pasang surut. Anda harus memaksimalkan peluang. Tidak ada risiko, maka tak menarik.”

Mick Schumacher, Haas VF-20

Mick Schumacher, Haas VF-20 <span class="copyright">Mark Sutton / Motorsport Images</span>
Mick Schumacher, Haas VF-20 Mark Sutton / Motorsport Images

Mark Sutton / Motorsport Images

Mick Schumacher, Haas F1 Team

Mick Schumacher, Haas F1 Team <span class="copyright">Andy Hone / Motorsport Images</span>
Mick Schumacher, Haas F1 Team Andy Hone / Motorsport Images

Andy Hone / Motorsport Images

Oleh karena itu, Gunther Steiner berharap Schumacher dan Mazepin bisa cepat beradaptasi di Formula 1 dengan cepat, seperti yang dilakukan oleh Charles Leclerc sebelumnya.

“Charles tak lebih cepat dari rekan setimnya saat itu, Marcus Ericsson, pada balapan pertama, tapi dia belajar dengan cepat. Ini yang kami harapkan dari Mick dan Nikita. Saya yakin di paruh kedua musim kami akan memiliki dua pembalap kuat,” ujar Steiner.

“Pada 2022, mereka harus berada di level yang lebih tinggi dan menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan. Tugas kami adalah membangun mereka untuk berkembang dan menunjukkan bakatnya. Kemudian mereka akan menuliskan takdir mereka sendiri.”