Bos Instagram Akui Ada Kesalahan Moderasi Komentar Rasis di Akun Pesepak Bola Inggris

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Instagram mengakui ada kesalahan dalam teknologi moderasinya yang membuat komentar dan emoji rasis tidak dihapus.

Komentar rasis ini diarahkan kepada pemain sepakbola Inggris Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Jado Sancho, usai pertandingan final Euro 2020. Dalam pertandingan tersebut, Inggris dikalahkan Italia dengan skor 3-2 dalam adu pinalti.

Ketiga pemain Inggris di atas, yang semuanya berkulit hitam, gagal mengeksekusi pinalti. Hal inilah yang membuat ketiganya diserbu komentar rasis.

Menanggapi hal ini, Bos Instagram Adam Mosseri mengatakan, konten telah "secara keliru" diidentifikasi alih-alih dirujuk ke moderator manusia. Namun menurutnya, masalah itu telah diperbaiki saat ini.

"Kami memiliki teknologi untuk mencoba dan memprioritaskan laporan dan kami salah menandai beberapa (komentar) di antaranya sebagai komentar yang tidak berbahaya, padahal sebenarnya berbahaya," kata Mosseri kepada BBC News, dikutip Jumat (16/7/2021).

Menurut Mosseri, karena masalah sudah ditangani, laporan atas komentar-komentar rasis seperti di atas kini akan ditinjau dengan baik.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Tanggapan Pesepak Bola Inggris yang terima komentar rasis

Marcus Rashford dan Jadon Sancho saat berlatih bersama Timnas Inggris. (LINDSEY PARNABY / AFP)
Marcus Rashford dan Jadon Sancho saat berlatih bersama Timnas Inggris. (LINDSEY PARNABY / AFP)

Sebelumnya, BBC News sempat melaporkan komentar berisi sejumlah emoji orangutan di akun Instagram Bukayo Saka. Namun dalam waktu beberapa menit, Instagram memberi notifikasi kepada pelapor bahwa komentar-komentar tersebut tidak melanggar pedoman Instagram.

Sementara itu, dalam akun Instagram-nya, pesepak bola Jadon Sancho yang juga menerima komentar rasis menyebut dirinya minta maaf kepada semua orang yang sudah dikecewakan.

Sancho juga mengatakan, pihak-pihak yang menunjukkan perilaku rasisme kepada dirinya, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka memberi pertanggungjawaban.

Tak ingin rasisme timpa siapa pun

1. Jadon Sancho (20 tahun) - Pemain Borussia Dortmund ini menjadi incaran banyak klub Eropa di bursa transfer berkat penampilam impresifnya. Jadon Sancho tercatat telah menyumbangkan tiga gol dan empat asists dari 17 laganya untuk timnas Inggris. (AFP/Nick Potts/pool)
1. Jadon Sancho (20 tahun) - Pemain Borussia Dortmund ini menjadi incaran banyak klub Eropa di bursa transfer berkat penampilam impresifnya. Jadon Sancho tercatat telah menyumbangkan tiga gol dan empat asists dari 17 laganya untuk timnas Inggris. (AFP/Nick Potts/pool)

"Saya tidak akan mengabaikan perilaku rasisme yang menimpa saya, Marcus, dan Bukayo setelah pertandingan. Sebagai kelompok masyarakat, kita perlu bertindak lebih baik dan meminta pertanggungjawaban dari orang-orang (pelaku rasisme) ini," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, Sancho juga menekankan bahwa kebencian tidak akan pernah menang. Oleh karena itu, Sancho mengajak semua orang yang pernah mengalami hal serupa untuk terus mengejar mimpi.

(Tin/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel