Bos IPCC Ungkap Alasan Tidak Ikut di Tender Pelabuhan Patimban

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT/IPCC) tak ikut serta dalam operasional Pelabuhan Patimban, Subang. Plt Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), Arif Isnawan angkat suara dan mengatakan jika perseroan memiliki beberapa pertimbangan dalam keputusan tersebut.

“Kemarin IKT tidak ikut tender karena tender satu paket sama terminal peti kemas. Kemudian harus menyediakan dana sekitar Rp 16 triliun karena porsi terbesarnya ada di terminal peti kemas,” jelas dia dalam Indonesia Investment Education, Selasa (16/3/2021).

Di saat yang bersamaan, Arif menjelaskan Pelindo II juga sedang mengembangkan New Priok Container Terminal (NPCT) I dan II di Kalibaru.

Pihaknya lebih ingin menjadikan Patimban sebagai komplementer atau pelengkap dari IKT. Hal ini mempertimbangkan sejumlah keunggulan yang dimiliki IKT.

Antara lain dari sisi lokasi. Dimana menurut Arif banyak perusahaan mobil yang sebagian besar berada di Cikarang, lebih dekat dengan Tanjung Priok dibandingkan Patimban.

Dari sisi akses, Pelabuhan Patimban memang belum memiliki jalan tol. Arif mengungkapkan, industri perdagangan mobil ini terbilang cukup unik.

“Industri perdagangan mobil ini sangat unik karena mereka menerapkan standar, mobil keluar dari pabrik sampai dengan tujuannya itu tidak boleh ada cacat sedikitpun. Oleh karena itu resiko itu sangat mereka perhitungkan. Terus terang kami juga sudah sounding kepada beberapa automaker tentang Patimban ini,” jelas Arif.

Kemudian dari sisi laut, kapal yang hendak bersandar harus dijemput oleh pandu pada jarak sekitar 24 mil laut atau 47 kilometer. Jarak ini dinilai sangat jauh dibandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Patimban Mampu Saingi Shanghai dan Singapura

Pelabuhan Patimban: Dok Kemenhub
Pelabuhan Patimban: Dok Kemenhub

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menilai bahwa Pelabuhan Patimban yang berada di Subang, Jawa Barat akan menjadi pelabuhan yang menghubungkan dunia. Semua ekosistem pendukung yang sedang dibangun untuk pelabuhan itu dinilai akan menjadikannya sebagai pelabuhan besar seperti di Shanghai dan Singapura.

"Ke depan pembangunan pelabuhan ini bisa memiliki skala internasional yang mampu melayani peti kemas dengan kapasitas kumulatif 7,5 juta TEUs. Jika itu terjadi dan kita menyinergikannya dengan Tanjung Priok, maka kita bisa menyamai Shanghai dan Singapura," ungkap Budi Karya dalam public expose Pelabuhan Patimban pada Kamis (7/1/2020).

Pelabuhan Patimban, kata Budi Karya, merupakan simpul utama dalam rantai transportasi global karena menyediakan akses ke pasar, menghubungkan konsumen ke produsen, hingga membawa manfaat bagi masyarakat lokal.

Oleh sebab itu, ke depannya juga akan dibangun kawasan pendidikan terutama yang berkaitan dengan kelautan, hiburan, dan hunian di sekitar pelabuhan.

"Ini merupakan niat kita sebagai bangsa untuk membuat satu pelabuhan yang membanggakan dan memberikan fungsi ekonomi yang baik. Dengan kata lain, Patimban sebagai world connecting port," kata Budi Karya.

Ia juga mengaungkapkan bahwa pelabuhan ini akan melengkapi Bandara Kertajati, dan juga dapat mendorong kawasan industri di sekitarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meresmikan Pelabuhan Patimban pada akhir tahun lalu melalui soft launching pada Minggu (20/12/2020).

Jokowi mengatakan, Pelabuhan Patimban akan mendukung ekspor berbagai produk untuk menggerakkan ekonomi seperti UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, dan lainnya sehingga produk lokal mampu bersaing di pasar global.

"Pak Jokowi ketika soft launching degan tegas mengatakan bahwa Patimban akan memperkuat Tanjung Priok yang sudah terlalu padat," kata Budi Karya.

Saksikan Video Ini