Bos Mercedes Ingin Russell Tetap Tenang

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Russell memainkan peran pertamanya sebagai pengganti Lewis Hamilton, yang dinyatakan positif Covid-19, di Sirkuit Bahrain akhir pekan ini.

Diberi kepercayaan mengemudikan W11, Russell tak menyia-nyiakannya. Dia langsung unjuk gigi. Bahkan mengalahkan Valtteri Bottas dengan keunggulan 0,3 detik saat FP1.

Tak cukup sampai situ, Russell juga berhasil menjadi yang tercepat pada FP2 setelah catatan waktu terbaik Bottas dibatalkan karena berkendara melebihi batas trek.

Akan tetapi, Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, meminta tetap tenang usai hasil yang didapatkan Russell. Ia merasa ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dan jangan terlalu bersemangat.

“Kami harus membuat semua orang tenang, karena ini sesi awal di sirkuit yang terbilang baru dan pendek. Dia melakukan pekerjaan yang benar-benar bagus. Itu seperti apa yang kami harapkan padanya, dalam hal mencatatkan waktu terbaik,” kata Wolff.

“Sektor trek lurus yang panjang sulit bagi semua mobil, dan tidak mudah untuk membandingkan karena mobil Valtteri mengalami kerusakan di awal sesi FP1.

“Dia tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik. Jadi saya bisa katakan senang dengan apa yang dilakukan George. Ini tentang apa yang kami harapkan padanya.”

Baca Juga:

Jadwal F1 GP Sakhir 2020 Hari Ini Russell: FP Bukan Gambaran Kecepatan Sesungguhnya

George Russell sendiri merupakan bagian dari program pembalap muda Mercedes sejak akhir 2016. Ini pertama kalinya ia menjadi bagian dari tim yang berbasis di Brackley, Inggris itu.

Meski belum mencatatkan poin sejak naik ke Formula 1 bersama Williams pada 2019. Namun, ia merupakan peraih gelar GP3 dan Formula 2.

Wolff merasa mentalitas Russell dan talentanya telah terbukti di sepanjang kariernya. Itu berarti ia tak memiliki masalah untuk berada di mobil pemenang dan menghadapi tekanannya.

“Dia adalah seseorang yang sangat santai. Dia seseorang yang cerewet di radio, tapi tetap mengemudikan mobil dengan baik, dia sangat fokus dan tenang," ucap Wolff.

“Rekor balapnya adalah memenangi GP3 dan F2, yang keduanya didapatkan dalam musim debutnya. Kedewasaan yang dimilikinya pada usia yang sangat muda sungguh mengesankan.

“Saya ingat ketika dia datang ke kantor saya saat berusia 15 atau 16 tahun dengan setelan hitam membawa sebuah presentasi powerpoint yang menyatakan mengapa Mercedes perlu merekrutnya. Itu sangat dewasa untuk usianya.

“Mungkin cocok untuk kepribadiannya melangkah ke mobil kami dengan situasi tekanan yang tinggi.

“Mari tetap menginjakkan kaki di tanah, ini baru sesi awal. Kami belum membahas performanya. Mereka belum berada dalam keadaan kesal, dan kami belum berlomba.”