Bos Ovo Tepis Rumor Ditinggal Lippo karena Bakar Duit

Auriga Agustina

Jakarta, IDN Times - Perusahaan keuangan digital PT Visionet Internasional atau OVO membantah rumor yang menyebut bakal ditinggalkan investor strategis mereka, Lippo Group. Ia menyebut pemberitaan media massa tentang OVO ditinggal Lippo yang kian santer akhir-akhir ini ialah hoaks.

"Itu sama sekali gak bener, kabar bohong," kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, saat dihubungi IDN Times, Jumat (15/11).

1. Tak berdampak pada bisnis OVO

Bos Ovo Tepis Rumor Ditinggal Lippo karena Bakar Duit

Meski pemberitaan semacam itu telah menyebar luar, menurutnya, itu tak berdampak terhadap bisnis OVO. Dia mengatakan hubungan OVO dan Lippo Group baik-baik saja.

"Saya malah beberapa waktu lalu baru saja ketemu dan ngobrol panjang dengan Pak John Riady, soal pengembangan OVO ke depan. Beliau banyak memberikan masukan dan selama ini sangat suportif terhadap berbagai upaya pengembangan bisnis OVO," tuturnya.

2. Tak dapat beberkan kondisi OVO saat ini

Bos Ovo Tepis Rumor Ditinggal Lippo karena Bakar Duit

Terlepas dari isu itu, Karaniya mengatakan ia tak dapat membeberkan seperti apa kondisi bisinis OVO saat ini.

"Soal besaran dana promosi dan operasional, kami tidak bisa disclose. Tapi mohon dicatat bahwa OVO punya roadmap yang jelas untuk menuju profitabilitas, sebagai sebuah entitas bisnis yang sustainable," ucapnya.

3. OVO akan terus mengembangkan bisnis mereka

Bos Ovo Tepis Rumor Ditinggal Lippo karena Bakar Duit

Dia pun mengatakan akan terus mengembangkan bisnis OVO, apalagi uang digital (e-money) dianggap akan terus berkembang pesat dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Sebelumnya, beredar kabar Lippo berniat meninggalkan OVO sebagai investor karena enggan menyokong aksi bakar uang yang dilakukan OVO dengan berbagai layanan gratis, diskon, dan promo.