Bos Perbudakan Buruh Panci, Yuki Irawan Buka Suara

TEMPO.CO, Tangerang - Yuki Irawan, 41 tahun, bos pabrik panci CV Sinar Logam di Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, akhirnya buka suara. Polisi memberikan waktu lima menit bagi Yuki untuk "membela diri".

Kepada wartawan di kantor Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang, di Tigaraksa, Rabu sore, 8 Mei 2013, pria beristri dua ini meminta maaf kepada para buruhnya. "Saya minta maaf kepada korban dan keluarganya. Saya menyesal atas ini semua," kata Yuki.

Yuki mengatakan, saat penggerebekan terjadi, Jumat, 3 Mei 2013, ia sedang menuju perjalanan pulang ke rumahnya. "Istri saya (Maya) telepon, ada banyak polisi ke rumah. Saya pun pulang," kata Yuki.

Dia juga membantah adanya penyekapan buruh. "Itu sudah direkayasa. Ada enam buruh sedang tidur karena kerja malam, dikunci dari luar. Itu ulah anak buah saya, kuncinya dibuang," katanya membela diri. Namun dia belum tahu siapa anak buahnya yang berbuat demikian.

Meskipun Yuki membantah telah menyiksa buruh, faktanya dia telah melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruhnya dengan menampar dan memukul. Bahkan, dalam pengakuan Abdul Nawa Fikri, 20 tahun, asal Cianjur, dan Arifudin asal Lampung, Yuki mengancam akan menembak jika para buruhnya neko neko.

Polisi kini telah menetapkan Yuki sebagai tersangka utama dengan enam sangkaan pasal yang menjeratnya. Selain pelanggaran tindak pidana penganiayaan, merampas kemerdekaan orang, perdagangan manusia, dan penggelapan, ia juga disangkakan melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Perlindungan Anak.

Empat mandor yang menjadi centeng Yuki, Tedi Sukarno, 35 tahun, Sudirman (34), Nurdin alias Umar (25), dan Jaya (30) juga sama-sama meringkuk di sel tahanan Polresta Tangerang di Tigaraksa. Sudirman adalah bekas buruh asal Lampung yang diangkat Yuki sebagai mandor.

"Sudirman melakukan kekerasan fisik terhadap empat buruh," kata Bambang di Mapolres di Tigaraksa, Sabtu, 4 Mei 2013.

Para tersangka melakukan sejumlah pelanggaran hukum. Dalam rekonstruksi di halaman kantor Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang pada Sabtu lalu, 4 Mei 2013, digelar 83 adegan penganiayaan. Tedi terlihat paling kejam di antara mandor lainnya. Dia telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul menggunakan tangan, menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan menyiram cairan aluminium panas.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga, Tedi berperan sebagai pengawas buruh selama 24 jam. "Dia, selain menganiaya korban, juga mengawasi dan melarang buruh ke luar tempat usaha," kata Shinto. Sedangkan tersangka Nurdin telah melakukan kekerasan fisik terhadap lima buruh dengan cara memukul menggunakan tangan, menampar, dan memukul kepala. Simak perbudakan dan penyekapan buruh panci di sini.

AYU CIPTA

Topik hangat:

Perbudakan Buruh | Harga BBM | Susno Duadji | Ustad Jefry

Berita Perbudakan Buruh:

Korban Perbudakan Buruh Panci: Kami Diawasi Polisi

Bos Perbudakan Buruh Panci Kirim Duit ke Polsek

Budak Pabrik Panci Disiram Aluminium Panas

Begini Penyekapan Buruh Pabrik Panci Terbongkar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.