Bos Red Bull Masih Tak Terima dengan Hasil GP Turki

Kemal Şengül
·Bacaan 2 menit

Turki masuk dalam kalender balap Formula 1 2020 karena FIA dan Liberty Media ingin memperbanyak jumlah balapan pada tahun ini.

Seperti diketahui, beberapa negara tuan rumah mengundurkan diri karena pembatasan yang dilakukan tak memungkinkan mereka menggelar event besar seperti F1.

Untuk itu, FIA dan Liberty Media menawarkan negara-negara yang tak masuk dalam kontrak balap tahun ini untuk menggelar F1.

Salah satu yang bersedia adalah Turki yang pernah menjadi tuan rumah ajang balap jet darat pada 2005-2011. Memiliki sirkuit yang siap digunakan untuk mengelar F1, FIA tak pikir panjang untuk memasukkan Turki ke dalam kalender balap.

Terlebih, pihak pengelola Sirkuit Istanbul Park sudah merenovasi beberapa bagian trek dan melakukan pengaspalan ulang.

Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16

Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16<span class="copyright">Charles Coates / Motorsport Images</span>
Charles Leclerc, Ferrari SF1000, Max Verstappen, Red Bull Racing RB16Charles Coates / Motorsport Images

Charles Coates / Motorsport Images

<span class="copyright">Motorsport.com</span>
Motorsport.com

Motorsport.com

Marko mengklaim seluruh pembalap tak benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat berada di Sirkuit Istanbul Park. Menurutnya, balapan menjadi kurang menarik dan terlihat bukan seperti balapan Formula 1.

“Kami mengalami kekalahan terbesar di Istanbul. Kami mendominasi setiap sesi. Tapi kalah di balapan,” kata Marko.

“Kami tidak cukup kuat pada pitstop di balapan itu karena tiga mekanik terbaik kami terpapas Covid-19. Mekanik cadangan tak bisa bergerak secepat mereka.

“Seingat saya kami melakukan pit stop selama 3,7 detik dari yang biasanya 1,8 detik. Itu membuat Max Verstappen berada di belakang Sergio Perez ketika keluar pit.”

Helmut Marko mengatakan dirinya tak bisa menyalahkan siapa pun dalam kejadian itu. Ia melihat kesalahan ada pada dua sisi, di mekanik dan Verstappen.

“Tak ada yang bisa dilakukan dengan trek dan sistem kendali. Kesalahan yang terjadi dengan penyesuaian sayap depan tidak menjadi penentu balap bagi saya,” ujar Marko.

“Jika Max bisa berada di depan Perez saat keluar pit, mungkin dia akan memenangi balapan. Bahkan hanya dengan setengah sayap depan.”