Bos Telegram Tegaskan Pengguna Tidak Perlu Khawatir Soal Iklan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, Telegram diketahui akan mulai menghadirkan iklan di platformnya. Terkait hal ini, CEO Telegram, Pavel Durov, membahasnya melalui akun pribadi miliknya.

Dikutip dari kanal Durov di Telegram, Sabtu (13/2/2021), pria asal Rusia ini memastikan tidak ada iklan dalam percakapan di platformnya. Dia mengatakan percakapan pribadi maupun grup dipastikan bebas iklan dan akan selalu begitu.

"Seperti yang saya ungkap di Desember, iklan dipertimbangkan hanya ada di satu dari banyak kanal (seperti milik saya), yang mana tidak ada di aplikasi olah pesan lain," tulisnya.

Pavel juga menegaskan data pengguna Telegram tidak akan dipakai untuk iklan tertarget. Sebab, mereka merasa mengumpulkan data pribadi dari pengguna seperti yang dilakukan WhatsApp-Facebook itu amoral.

Untuk itu, Telegram memilih pendekatan seperti yang dilakukan DuckDuckGo, yakni memonetisasi layanan tanpa mengumpulkan informasi tentang pengguna.

"Jadi jika kami memperlihatkan iklan pada satu dari banyak kanal, iklan itu akan kontestual - berdasarkan topik dalam kanal tersebut, bukan tertarget berdasarkan data pengguna," tulisnya melanjutkan.

Lebih lanjut Pavel juga menjelaskan Telegram berencana mengubah cara iklan iklan yang ada saat ini. Mereka ingin menawarkan alternatif upaya monetisasi pada pemilik saluran dengan mempertimbangkan privasi pengguna.

Telegram Akan Dibanjiri Banyak Iklan Mulai 2021

Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov mendatangi kantor pusat Kemenkominfo di Jakarta, Selasa (1/8). Kunjungan Pavel Durov ini berhubungan dengan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) situs web Telegram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov mendatangi kantor pusat Kemenkominfo di Jakarta, Selasa (1/8). Kunjungan Pavel Durov ini berhubungan dengan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) situs web Telegram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada akhir 2020, memang santer terdengar Telegram akan memonetisasi layanannya mulai tahun 2021, dan akan datang dalam bentuk iklan.

Namun, sebagaimana dilansir Ubergizmo, Kamis (25/12/2020), iklan tidak akan muncul di chat kamu. Iklan hanya akan masuk ke layanan Channel Telegram mulai 2021.

Channel sendiri adalah semacam feeds, mirip dengan Twitter. Jika kamu menggunakan Telegram sebagai aplikasi perpesanan, kemungkinan besar kamu tidak akan terganggu dengan iklan.

Menurut CEO Telegram, Pavel Durov, semua fitur yang saat ini gratis akan tetap gratis. Perusahaan akan menambahkan beberapa fitur baru untuk tim bisnis atau power user.

"Beberapa fitur ini akan membutuhkan lebih banyak sumber daya dan akan dibayar oleh pengguna premium. Pengguna biasa akan dapat tetap menikmati Telegram secara gratis, selamanya," ucap Durov.

Apa Akan Ada Perubahan pada Layanan?

Durov yakin penerapan iklan di Telegram tidak akan mengganggu dan sebagian besar pengguna tidak akan melihat perubahan tersebut.

Dia menambahkan beberapa ide monetisasi yang dimiliki perusahaan, antara lain menyertakan stiker premium, di mana seniman dapat membuat dan menjualnya ke pengguna Telegram.

Perusahaan akan memberlakukan potongan dari hasil penjualan stiker premium tersebut.

(Dam/Ysl)