Bos Telegram Temui Putra Mahkota Dubai, Bicarakan Apa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri sekaligus Bos Telegram Pavel Durov bertemu dengan Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Selain merupakan Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan juga merupakan Chairman Executive Council of Dubai.

Telegram sendiri merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Dubai. Perusahaan dengan nilai valuasi lebih dari USD 20 miliar ini, sekarang sudah memiliki 570 juta pengguna, di mana 100 juta di antaranya bergabung pada Januari 2021.

Pada 2020, Telegram menjadi satu dari 10 aplikasi paling banyak diunduh dan populer di dunia. Pada 2020, aplikasi pesan ini diproyeksi memiliki 1 miliar pengguna aktif per bulan.

"Kemampuan Dubai menyediakan lingkungan yang berorientasi pada pertumbuhan yang produktif untuk startup teknologi divalidasi oleh fakta bahwa beberapa perusahan digital paling menarik dan sukses di dunia seperti Telegram telah memilih menjalankan usaha mereka dari Emirat," kata Putra Mahkota Dubai Sheikh Hamdan, dikutip dari Khaleej Times, Senin (8/2/2021).

Terus Sambut Startup dan Talenta dari Mana Pun

Pangeran Hamdan bin Mohammed dari Dubai (dok. Instagram @faz3/https://www.instagram.com/p/BtdUVPbH6eK/Fairuz Fildzah)
Pangeran Hamdan bin Mohammed dari Dubai (dok. Instagram @faz3/https://www.instagram.com/p/BtdUVPbH6eK/Fairuz Fildzah)

Lebih lanjut, Sheikh Hamdan mengatakan, Dubai akan terus menyambut talenta dan ide yang hadir di Dubai.

"Dubai menawarkan ekosistem yang membantu untuk pertumbuhan perusahaan dan startup teknologi," katanya.

Sementara itu, Pavel Durov mengungkapkan apresiasinya atas visi Dubai untuk komunitas teknologi.

Ia menganggap, visi Dubai begitu dinamis dan memainkan peranan penting dalam mendorong pertumbuhan inovasi dan kewirausahaan di sektor teknologi agar bisa tumbuh secara global.

"Ekosistem startup, infrastruktur canggih, dan undang-undang ramah bisnis yang ditawarkan Dubai telah menjadikannya pusat bagi para talenta dan wirausahawan yang ingin mendunia dan berasal dari mana pun," kata Durov.

Telegram Diproyeksikan Jadi Salah Satu Unicorn Dubai

Telegram versi web diblokir. (Doc: TechCrunch)
Telegram versi web diblokir. (Doc: TechCrunch)

Dubai sendiri membanggakan sejumlah kisah sukses di sektor teknologi seperti startup Careem, Souq.com, Media.Net, Anghami dan Wrappup.

Dubai bahkan diharapkan memiliki 10 startup unicorn dalam 10 tahun ke depan. Telegram pun diharapkan jadi salah satu kandidat terkuat untuk menjadi perusahaan bernilai USD 1 miliar yang tumbuh dari Dubai.

Telegram sendiri menjadi salah satu dari rangkaian kesuksesan perusahaan global yang muncul dari Dubai selama beberapa tahun terakhir.

(Tin/Isk)