Bosan dengan Rute Perkotaan, Kamu Wajib Coba 5 Jalur Gowes di Candi Borobudur

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Aktivitas gowes semakin diminati di masa pandemi. Selain dapat menjadi alternatif olahraga yang aman, gowes juga menjadi sarana hiburan selagi belum bisa liburan ke destinasi favorit.

Namun, jika kamu bosan gowes di rute perkotaan, tiket.com memberikan rekomendasi rute yang bisa kamu coba. Salah satu area yang bisa kamu jajal adalah Candi Borobudur.

Terkenal dengan 72 stupa yang menapaki puncak candi, kamu bisa eksplorasi daerah sekitar Candi Borobudur dengan menggunakan sepeda kesayangan kamu. Ada beberapa desa di sekitar Candi Borobudur yang bisa menjadi alternatif rute gowes yang lebih asyik dan menantang.

Penasaran ada apa saja?

1. Desa Wringin Putih

Berlokasi sekitar 2,3 km dari area Candi Borobodur, Desa Wringin Putih menawarkan pemandangan pedesaan asri dan indah dengan latar belakang persawahan serta lanskap Bukit Menoreh. Daya tarik utama dari desa ini adalah jajaran rumah bambu yang dapat ditemui sembari menyusuri area Wringin Putih sembari bersepeda. Selain itu, kamu bisa juga mencicipi getuk, cemilan yang terbuat dari singkong halus bercampur gula, garam, dan kelapa parut.

2. Desa Wanurejo

Coba beberapa jalur gowes terbaru dengan nuansa pedesaan di Candi Borobudur yang bisa kamu coba. (Shutterstock)
Coba beberapa jalur gowes terbaru dengan nuansa pedesaan di Candi Borobudur yang bisa kamu coba. (Shutterstock)

Desa Wanurejo terletak di kaki pegunungan Menoreh dan diapit antara Sungai Progo dan Sungai Sileng, sehingga pemandangan alami mempesona pun dapat memukau hati. Kunjungi pula Museum Wayang dengan koleksi wayang terbaik nusantara. Setidaknya, terdapat 694 koleksi sastra tentang perwayangan dalam berbagai bahasa, serta 83 kaset audio yang memuat rekaman pertunjukan wayang dari tahun 1971 hingga 1994.

Bagi turis yang tidak membawa sepeda, maka di Balkodes Wanurejo, tersedia tempat penyewaan sepeda di Jalan Balaputradewa. Harga sewa mulai dari Rp 15.000 untuk sepeda biasa, hingga Rp 50.000 untuk sepeda gunung.

3. Desa Majaksingi

Berlokasi sekitar 3km dari Candi Borobudur, Desa Majaksingi menjadi tempat yang terkenal dengan kerajinan membuat pot dari tanah liat langsung mengikuti tutorial live dari pengrajin berpengalaman. Bagi penggemar kopi, bersiap-siap membawa pulang oleh-oleh kantong biji kopi lokal bercitarasa dan beraroma terwangi dari desa ini.

4. Desa Tanjungsari

Coba beberapa jalur gowes terbaru dengan nuansa pedesaan di Candi Borobudur yang bisa kamu coba./Image by Jess Foami from Pixabay
Coba beberapa jalur gowes terbaru dengan nuansa pedesaan di Candi Borobudur yang bisa kamu coba./Image by Jess Foami from Pixabay

Desa Tanjungsari memiliki latar belakang panorama pegunungan Menoreh. Penduduk desa ini bermata pencaharian utama sebagai petani cabe dan tembakau, selain itu, pembuatan tahu rumahan yang bisa menjadi destinasi wisata lokal. Desa Tanjungsari memiliki 5 benda purbakala peninggalan histori. Dua di antaranya adalah kepala arca Buddha yang diduga sebagai bagian dari Candi Borobudur pada masa pemugaran di tahun 1907-1911.

5. Desa Candirejo

Desa yang memiliki Waroeng Rejo atau wisata air Sungai Progo ini terletak 4 km dari Candi Borobudur. Kegiatan outdoor seperti rafting pun dapat menjadi pilihan karena arus sungai yang cukup deras. Berbeda dengan rafting modern, jenis rafting di desa ini menggunakan getek tradisional. Pilihan lain bagi turis adalah merasakan pengalaman berpetualang dengan berkendara off road menyusuri sungai Progo.

Simak video berikut ini

#Elevate Women