Bosan Jadi Pemegang Rekor, Perempuan Ini Akhirnya Potong Kuku Setelah 28 Tahun

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Nama Ayanna Williams dikenal sebagai perempuan dengan kuku terpanjang di dunia. Ia telah memegang gelar Guiness World Records untuk kuku jadi terpanjang di kedua tangannya.

Setelah puas menjadi pemegang rekor, Ayanna memutuskan untuk memotong kuku yang sudah ia anggap seperti anak sendiri. Ayanna memenangkan rekor pada 2017 dengan kukunya yang saat itu memiliki ukuran 18 kaki 10,9 inci atau sekitar 551 meter. Untuk ukuran kuku sepanjang itu, Ayanna membutuhkan dua botol cat kuku untuk menyelesaikan manikur.

Sebelum memotong kukunya, Ayanna juga pernah memecahkan rekornya yang dibuatnya sendiri pada 2017. Dibutuhkan tiga hingga empat botol cat kuku untuk menyelesaikan manikur. Meski tidak disebut secara detail berapa panjang kuku Ayanna saat itu.

Untuk memotong kukunya, Ayanna harus datang ke klinik kecantikan untuk menggergaji kukunya menggunakan alat putar listrik.

"Saya memiliki emosi campur aduk tentang bayi (kuku panjangnya) saya pergi," ungkap kesedihan Ayanna.

Tidak potong kuku hampir 30 tahun

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Butuh waktu 28-29 tahun bagi Ayanna untuk menumbuhkan kuku sepanjang itu dan selama itu pula ia tidak pernah menggunakan gunting kuku. Tak heran jika perasaan sedihnya muncul saat kukunya dipotong.

Meski demikian, Ayanna mengaku siap untuk menjalani hidup baru.

"Saya tahu saya akan merindukan mereka, tetapi ini hanya tentang waktu, sudah waktunya bagi mereka untuk pergi. Saya hampir bosa dengan mereka jadi sekarang waktunya mereka pergi," ungkap Ayanna.

Disimpan di museum

Dengan atau tanpa kuku, Ayanna merasa dirinya tetap menjadi ratu. Ia mengungkapkan alasan memotong kuku berawal dari kesulitannya mengerjakan tugas sehari-hari.

Ia harus sangat hati-hati saat bergerak dengan kukunya yang panjang. Ayanna harus memikirkan bagaimana ia harus bergerak untuk memastikan dirinya tidak terluka atau melakukan gerakan yang dapat mematahkan kukunya.

Setelah kukunnya dipotong, Ayanna mengaku merasa lega. Buku-buku jarinya langsung terasa ringan. Kuku Ayanna akan disimpan di Ripley's Believe It or Not! Museum di Orlando, Florida.

Simak video berikut ini

#Elevate Women