Bosnia dan Herzegovina soroti potensi kerja sama industri halal

Ade P Marboen
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Bosnia dan Herzegovina menyoroti potensi besar perdagangan produk halal dalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia, mengingat kedua negara yang sama-sama memiliki mayoritas penduduk Muslim.

“Kita tahu bahwa Indonesia memiliki kesamaan dengan Bosnia dan Herzegovina terkait mayoritas populasi Muslim di kedua negara, oleh karena itu produk halal dapat menjadi kesempatan untuk sektor impor dan ekspor antara kedua negara,” kata Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, Mehmed Halilović, dalam pembukaan temu bisnis antara pengusaha kedua negara yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, mereka membuka kesempatan bagi perusahaan Indonesia yang berniat untuk mengimpor produk susu serta produk daging halal.

Baca juga: BI fokus perkuat model bisnis rantai nilai halal atasi defisit

Adapun di negaranya, produk halal tak hanya diminati oleh mayoritas penduduk Muslim, namun juga oleh komunitas Persia lain di Bosnia dan Herzegovina.

Hallovic mengatakan, kegiatan perdagangan antara kedua negara perlu untuk terus didorong karena masih terdapat potensi di berbagai sektor, termasuk sektor produk halal, yang masih dapat dieksplorasi dalam kemitraan ekonomi kedua negara.

“Oleh karena itu, kita perlu memulai (upaya), termasuk dengan menggelar acara seperti ini untuk dapat meraih lebih banyak capaian yang menguntungkan dalam hubungan dagang,” ujarnya.

Selain di sektor halal, dia juga menyebut sejumlah potensi di bidang lain, termasuk logistik, teknologi, dan bidang terkait lainnya, di mana para pengusaha dari Bosnia dan Herzegovina dari sektor itu turut menghadiri temu bisnis ini.

Baca juga: PBNU dorong perekonomian Islam dan bisnis halal

Negara itu juga tertarik untuk mengimpor produk tekstil serta memperkuat pertukaran sosial budaya melalui kemitraan seperti program sister cities dan pariwisata melalui kerja sama dengan agen perjalanan.

“Kami berniat untuk melakukan perdagangan barang dan menciptakan lebih banyak kesempatan bisnis di kedua negara. Kedubes di Jakarta akan memfasilitasi apabila ada perusahaan yang membutuhkan informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Baca juga: Akademisi: produk halal bisnis yang menggiurkan

Acara temu bisnis antara pengusaha Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina digelar Kedutaan Besar Indonesia di Sarajevo guna memperoleh transaksi dan peningkatan perdagangan dan hubungan ekonomi kedua negara ke depannya, mengingat angka statistik perdagangan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina yang masih terbilang rendah.

Menurut keteranagan Kedutaan Besar Indonesia di Sarajevo, sebanyak 138 pengusaha peserta dari kedua negara telah mendaftarkan diri untuk mengikuti acara tersebut. Badan usaha milik negara PT PPI, serta perusahaan swasta seperti Sinar Mas Group, PT Mayora Indah, PT Indo Food turut berpartisipasi, begitu pula sejumlah perusahaan dari Bonia dan Herzegovina seperti EspyBosnia dan Jump Logistics doo Sarajevo.