Bowo Alpenliebe Pamer Menari di JICON Dance Festival 2021

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Masih ingat dengan Bowo Alpenliebe? Ya, remaja yang dulu sempat menggegerkan tanah air dengan predikatnya sebagai seleb TikTok tersebut ternyata masih eksis. Dulu Bowo sempat menuai pro dan kontra, namun sekarang banyak orang mengikut jalan yang dirintisnya.

Pria bernama asli Prabowo Mondardo tersebut baru-baru ini menjadi bintang tamu dalam acara akbar dunia dance bernama Jakarta International Contemporary Dance Festival atau JICON Dance Festival 2021 yang telah berakhir pada 30 Oktober 2021 lalu.

Dalam gelaran Festival JICON ini, Bowo yang ddaulat menjadi bintang tamu juga mendapatkan kesempatan untuk unjuk kebolehan menari saat pembukaan. TikToker tersebut begitu mengapresiasi perhelatan seperti Festival Jicon.

"Aku tamu undangan sebagai influencer (TikTokers). Karena ini kan acara seni tari, jadi masih berhubungan sama konten aktivitas sosmed aku yang suka ngedance-ngedance gitu," kata Bowo Alpenliebe kepada awak media, baru-baru ini.

TERKAIT: Tak Cuma Bowo, Idol Korea Juga Suka Main Tik Tok

TERKAIT: Sering Dapat Komentar Negatif, Bowo Alpenliebe Tik-Tok Berisiko Alami Ini

TERKAIT: 4 Fakta Bowo Alpenliebe, Artis Tik Tok yang Lagi Viral

Merasa Senang

Bowo Alpenliebe (Instagram/bowo_alpenliebe18)
Bowo Alpenliebe (Instagram/bowo_alpenliebe18)

Pada acara tersebut, Bowo menyuguhkan performance-nya bersama dengan para finalis kompetisi dancer. Bowo pun cukup senang bisa terlibat dalam acara sebesar Festival Jicon.

"Seneng bangetlah, aku kan cuma suka cover-cover dance di TikTok. Tapi diajak dan diapresiasi di event gede kaya gitu, seneng banget," paparnya.

Sekilas JICON

JICON Festival 2021 (Istimewa)
JICON Festival 2021 (Istimewa)

Selama hampir satu bulan acara digelar, beragam program menarik telah dipersembahkan. Acara sendiri ditutup dengan Imajitari Jicon yang melibatkan lebih dari 1100 film dari seluruh dunia dan terpilih 6 pemenang, sebagai berikut:

1. Aporia, Salvatore Insana (Italia), 2. Bòria, Iwona Pasiñska (Polandia), 3. Mareta (Please Yes: a Lullaby) Blas Payri (Swiss), 4. Hidoep Baroe, Razan Wirjosandjojo (Indonesia), 5. Young Meadows, Hao Zhou, Stephanie (AS), 6. Memories of the Future (Belanda).

Pemenang dipilih berdasarkan sinematografi, penyampaian pesan, dan kreatvitas dalam sebuah karya film. Gelaran Festival JICON memberikan panggung bagi para seniman tari tidak hanya untuk unjuk karya saja, tetapi juga terdapat pesan moral yang cukup penting dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

"Yang paling berdampak di kondisi pandemi kan seniman tari ya, kita mau kasih tau loh tari itu bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan siapa aja," jelas Soni Marti Lova selaku Direktur Festival JICON.

"Mudah mudahan seniman tari punya tempat dan masyarakat bisa menghargai juga bisa melihat tari itu seni yang baik seni yang keren jadi gak sekedar tempelan, ada penyanyi trus ditempelan tari," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel