Box office Amerika bulan Oktober raup pendapatan Rp9 triliun

·Bacaan 2 menit

Penjualan tiket film gabungan di Amerika Utara diperkirakan mencapai 637 juta dolar AS atau sekitar Rp9 triliun, menjadi pendapatan terbesar sejak krisis COVID-19 melanda, menurut data Comscore.

Angka tersebut mengalahkan pendapatan tertinggi sebelumnya pada Juli tahun ini sebesar 583,8 juta dolar AS (Rp8,3 triliun) dan dibandingkan dengan tahun lalu, pendapatan box office domestik bulan Oktober hanya 55 juta dolar AS.

Jaringan bioskop Amerika Cinemark mengatakan bahwa Oktober merupakan bulan kinerja box office terbaik di era pandemi dengan pendapatan lebih dari dua kali lipat dari yang perusahaan kumpulkan pada Mei.

CEO Cinemark Mark Zoradi mengatakan hal tersebut menandakan tingkat antusiasme penonton mulai meningkat karena mereka ingin mendapatkan pengalaman visual terbaik saat menonton film di teater.

“Saya senang bahwa kami telah mencapai tonggak baru dalam pemulihan industri, memberikan kinerja box office bulanan terbaik kami sejak pembukaan kembali bioskop kami,” katanya dikutip dari Deadline pada Senin.

Film “Venom: Let There Be Carnage” menyumbang pendapatan gabungan tertinggi dengan 190,4 juta dolar AS (Rp2,7 triliun), diikuti dengan waralaba James Bond “No Time to Die” 133,3 juta dolar AS (Rp1,8 triliun), “Halloween Kills” 85,6 juta dolar AS (Rp1,2 triliun), “Dune” 69,4 juta dolar AS (Rp988 miliar), dan “The Addams Family 2” 52,9 juta dolar AS (Rp753 miliar).

Mengutip The Hollywood Reporter, kinerja terbaik box office bulan Oktober ini mendorong perusahaan analitik terkemuka Gower Street yang berbasis di London untuk menaikkan perkiraan pendapatan di seluruh dunia tahun 2021 dari 20,2 miliar dolar AS (Rp287 triliun) menjadi 21,6 miliar dolar AS (Rp307 triliun).

Perkiraan tersebut akan menjadi 80 persen di atas total pendapatan pada 2020 ketika banyak bioskop di seluruh dunia tutup karena COVID-19, tetapi masih 49 persen di bawah pendapatan 2019.

Sementara itu, pendapatan global bulan Oktober diperkirakan mencapai 3,2 miliar dolar AS (Rp45 triliun) atau 30 persen lebih tinggi dari perkiraan awal oleh Gower Street.

Perusahaan analitik itu juga memproyeksikan pendapatan box office di China, yang merupakan pasar bioskop terbesar di dunia, akan mencapai 7,3 miliar dolar AS (Rp103 triliun) pada 2021.


Baca juga: Film James Bond "No Time to Die" raup Rp165 miliar di China

Baca juga: "Dune" masih rajai "box office" di AS

Baca juga: "Changjin" jadi film terbesar ketiga sepanjang masa di China

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel