BP Batam promosikan peluang investasi energi terbarukan untuk PLTS

Badan Pengusahaan (BP) Batam mempromosikan peluang investasi energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar melalui kegiatan pameran “Infrastructure Connect” di Jakarta International Expo, pada 23-25 November 2022.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BP Batam Irfan Syakir Widyasa mengatakan, saat ini Kota Batam tengah disiapkan untuk menjadi hub pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Batam.

“Pengembangan PLTS terapung di Kota Batam akan dilakukan pada dua waduk, yaitu waduk Duriangkang dan waduk Tembesi,” kata Irfan dari keterangan yang diterima Antara di Batam, Kamis.
Baca juga: Kementerian ESDM: Jaringan listrik cerdas jadi kunci capai target NZE

Irfan melanjutkan, BP Batam akan terus mendorong EBT sebagai salah satu fokus untuk menambah daya tarik investasi Kota Batam. “EBT memiliki peluang bisnis yang besar. Sektor energi juga menjadi perhatian dunia. Ini otomatis akan meningkatkan daya saing Batam,” ujar Irfan

Untuk itu, ujar dia, dengan adanya kegiatan pameran "Infrastructure Connect" ini dapat meningkatkan kesempatan untuk mengundang pengusaha untuk berinvestasi di Batam. “Kami berharap, kegiatan ini mampu memperluas jaringan dan meningkatkan kesempatan investasi di Kota Batam,” ucapnya.

Seperti diketahui, “Infrastructure Connect” merupakan acara puncak dari rangkaian Hari Bangunan Indonesia yang jatuh pada 11 November.
Baca juga: Kementerian ESDM akan bangun 33.476 BMN infrastruktur EBT tahun ini

Kegiatan ini merupakan kolaborasi 3 pameran penting, antara lain Indonesia "Infrastructure Week" (IIW) oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Konstruksi Indonesia oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, dan Beton Indonesia oleh Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I).

“Infrastructure Connect” pada tahun 2022 ini bertema “Bangga Produk Dalam Negeri, Pulihkan Ekonomi Bangsa”. Pameran ini dibuka langsung oleh Menteri PUPR RI, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, pada Rabu (23/11).

Baca juga: BI: Potensi investasi infrastruktur hijau RI di atas 600 miliar dolar