BP Batam terima penghargaan Reksa Bandha dari Kementerian Keuangan

Badan Pengusahaan (BP) Batam di Kepulauan Riau menerima penghargaan Anugerah Reksa Bandha 2022 sebagai bentuk apresiasi pengelolaan kekayaan negara dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penganugerahan ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun kultur menjaga aset barang milik negara (BMN) yang diperoleh dari penerimaan negara.

"Melalui anugerah ini, pemerintah berupaya membangun kultur untuk menjaga aset BMN yang didapat dari penerimaan negara agar dapat dikelola dengan baik oleh Kementerian atau lembaga yang menaunginya," ujar Sri Mulyani dari keterangan tertulis yang diterima Antara di Batam, Kamis.

Baca juga: Sri Mulyani: Pengelolaan BMN dikembangkan untuk beri nilai tambah

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menkeu Sri Mulyani kepada Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro yang mewakili Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Dalam kesempatan ini, BP Batam menerima penghargaan Kelompok I Kategori Sertifikasi BMN dan BP Batam keluar sebagai Juara 1, kemudian diikuti oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang pada Juara 2 dan Arsip Nasional Republik Indonesia pada Juara ke-3.

Anugerah ini merupakan yang ketiga kali diterima oleh BP Batam dimana pada tahun 2020 BP Batam meraih peringkat 3 dan peringkat 1 pada tahun 2021 untuk kategori yang sama.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Wahjoe Triwidijo Koentjoro yang hadir menerima anugerah ini menyampaikan, sesuai arahan Kepala BP Batam bahwa penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi BP Batam untuk lebih giat lagi mengelola aset BMN sesuai ketentuan yang berlaku.

:Arahan Kepala BP Batam sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Keuangan bahwa mengelola aset BMN ini harus sesuai dengan ketentuan agar aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dari awal pengadaan hingga penghapusan nanti," ujarnya.

Baca juga: Kemendagri raih penghargaan Pengelolaan Barang Milik Negara

Ia mengatakan bahwa BP Batam melalui Biro Umum akan terus berkoordinasi dengan DJKN untuk mengamankan aset-aset di lingkungan BP Batam melalui sertifikasi aset BMN.

"Kami akan bekerja sama dengan DJKN untuk melakukan sertifikasi aset BMN di lingkungan BP Batam.

Jika aset-aset BMN tersebut sudah tersertifikasi dengan baik, optimalisasi aset dapat terwujud dan tentu saja BP Batam akan mendapat nilai tambah sehingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kita dapat terus bertambah," kata dia.