BP Tapera Bakal Buka Tabungan Non-ASN, BTN Genjot Pembiayaan Perumahan

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 3 menit

VIVA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) berencana membuka program penabung non-Aparatur Sipil Negara (ASN) pada semester II-2021. Program itu bisa diikuti oleh pekerja swasta, informal, dan mandiri, termasuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengungkapkan, dengan program itu maka para pekerja non-ASN bisa menjadi peserta BP Tapera. Kemudian setelah satu tahun menjadi penabung, baru ada kemungkinan bisa mengajukan fasilitas kredit perumahan.

"Untuk teman-teman pekerja swasta, informal khususnya pekerja mandiri, kami akan membuka kesempatan untuk menjadi penabung. Mungkin pada semester kedua (tahun ini), kami akan mulai membuka program penabung non-ASN," ujar dalam seminar daring di Jakarta, Kamis 18 Maret 2021.

Baca juga: Karyawan Pegadaian Surati Jokowi Tolak Holding Ultra Mikro, Ini Isinya

Merespons hal tersebut PT Bank Tabungan Negara Tbk menegaskan, siap mendukung BP Tapera guna mempercepat penyediaan hunian layak huni non-ASN tersebut. Khususnya bagi sekitar 9,1 juta MBR di Indonesia yang diantaranya memiliki penghasilan di bawah Rp4 juta.

Direktur Utama BTN Haru Koesmarhargyo mengatakan, kelompok MBR dengan penghasilan di bawah Rp4 juta tersebut mendominasi porsi backlog saat ini. Sementara kapasitas penyediaan perumahan untuk segmen MBR belum dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Dia menegaskan, dengan infrastruktur, jaringan ke mitra pengembang, dan pengalaman yang dimiliki dari sisi pembiayaan, BTN berkomitmen penuh mendukung program rumah nasional. Hingga saat ini, BTN pun tengah menggodok skema kredit pemilikan rumah (KPR) untuk mendukung program Tapera.

“Target kami adalah dapat memberikan hunian yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan Program Satu Juta Rumah milik Pemerintah,” ujar Haru di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Consumer and Commercial Banking BTN Hirwandi Gafar menuturkan, untuk dapat menyediakan perumahan bagi kelompok MBR tersebut, diperlukan upaya yang komprehensif. Beberapa upaya tersebut meliputi ketersediaan lahan dan bangunan yang efisien namun berkualitas.

Hirwandi menambahkan, diperlukan juga prasarana dan sarana umum yang memadai, serta insentif untuk pembiayaan konstruksi untuk menyediakan rumah bagi para MBR.

“Dengan berbagai langkah komprehensif tersebut, kami meyakini akan semakin banyak MBR yang dapat memiliki hunian berkualitas,” kata Hirwandi.

Sementara itu, BTN terus melakukan berbagai inovasi di segmen KPR Subsidi yang menyasar MBR. Bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut memiliki produk KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dengan bantuan uang muka hingga Rp40 juta.

Kemudian, ada pula produk KPR Subsidi dengan bunga 5 persen fix rate atau tetap hingga 20 tahun. Selain itu, produk KPR BTN Mikro yang menyasar para pekerja informal mulai dari tukang bakso, tukang cukur rambut, hingga tukang ojek online dan para pekerja lain yang memiliki penghasilan tidak tetap juga disediakan.

Hingga Februari 2021, emiten bersandi saham BBTN ini tercatat telah menyalurkan KPR Subsidi sekitar Rp107,93 triliun untuk 1,3 juta debitur. Realisasi KPR Subsidi BTN tersebut tercatat tumbuh 7,9 persen secara tahunan dari Rp100,03 triliun pada Februari 2020, meski saat ini masih pandemi. yang telah dimanfaatkan oleh sekitar 1,23 juta debitur di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Adi Setianto mengungkapkan, tujuan pembentukan Tapera adalah untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan. Khususnya, untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta khususnya untuk membantu MBR memiliki rumah pertama.

"Tapera itu dibentuk berazaskan gotong royong. Jadi ke depan untuk MBR berpenghasilan Rp4 juta kalau menjadi peserta. Maka melalui menabung di Tapera, akan kita bantu untuk memiliki rumah pertama,” tegasnya. (Ant)