BP2MI berikan pembekalan "prelim" pada 1.060 calon pekerja migran

·Bacaan 1 menit

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memberikan pembekalan pelaksanaan "preliminary education" (prelim) atau orientasi pra pemberangkatan kepada ratusan calon pekerja migran Indonesia, terutama yang ingin bekerja ke Korea, melalui skema Goverment To Geverment (G to G).

"Prelim ini merupakan proses di mana mereka (calon pekerja migran Indonesia) mendapatkan berbagai materi yang sangat penting, terutama ideologi bangsa," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Cirebon, Kamis.

Benny mengatakan pihaknya kembali melanjutkan rangkaian orientasi pra pemberangkatan terhadap CPMI program G to G Korea, terutama sektor manufaktur dan fishing.

Baca juga: Kepala BP2MI tuai apresiasi terkait penanganan persoalan PMI
Baca juga: Anggota DPR apresiasi BP2MI perluas peluang kerja PMI di AS

Menurutnya program prelim sudah dilakukan di tiga daerah, yaitu di Kota Semarang, Kota Depok, dan yang terakhir dilaksanakan di Kota Cirebon.

Dari tiga kota tersebut, BP2MI telah memberikan pembekalan kepada 1.060 CPMI terutama yang akan bekerja melalui skema G to G ke Korea.

"Total yang telah mengikuti prelim berjumlah 1.060 CPMI," tuturnya.

Benny menambahkan program tersebut diharapkan bisa memberi pembekalan kepada CPMI, agar ketika berada di luar negeri masih menjunjung tinggi ideologi bangsa.

Menurutnya rangkaian "prelim" yang dilaksanakan berturut-turut ini merupakan salah satu langkah untuk menunjukkan kehadiran negara yang tanpa henti mengupayakan kesejahteraan bagi warganya terutama para PMI.

"Karena saat dilantik saya diberi pesan oleh Presiden untuk melindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Presiden sangat concern dengan realitas yang dihadapi oleh para PMI," katanya.***3***

Baca juga: BP2MI Lampung: Empat WNI dipulangkan terlebih dahulu dari Turki

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel