BP2P Jawa 1 percepat alih status dan hibah Rusun Kampus

Ditjen Perumahan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa 1 siap melakukan percepatan alih status dan hibah rumah susun (rusun) Perguruan Tinggi Negeri Tahun Ajaran 2007-2009.

Untuk itu Kepala BP2P Jawa 1 Firsta Ismet mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan Rapat Koordinasi Percepatan Alih Status dan Hibah Rumah Susun (Rusun) Perguruan Tinggi Negeri TA. 2007 - 2019, Kamis (27/10) lalu.

"Percepatan Alih Status dan Hibah Rusun ini dilakukan dalam rangka penertiban penatausahaan BMN yang berada dalam naungan BP2P Jawa 1," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Melalui pembahasan tersebut, tambahnya, diharapkan mempercepat alih status dan hibah rusun dari BP2P Jawa 1 Ditjen Perumahan Kementerian PUPR kepada Kemendikbud-Ristek atau PTN Berbadan Hukum (PTN-BH).

Menurut Firsta, alih status dan hibah rusun dari BP2P Jawa1 Ditjen Perumahan Kementerian PUPR kepada Kemendikbud-Ristek atau PTN Berbadan Hukum (PTN-BH) membutuhkan surat kesediaan menerima dari Setjen Kemendikbud Ristek.

"Untuk mempercepat surat kesediaan menerima dari Setjen Kemendikbud Ristek, dibutuhkan surat kesediaan menerima dari masing-masing rektor universitas," katanya.

Selain itu, lanjutnya, proses alih status dan hibah diharapkan dapat diselesaikan pada akhir November 2022, mengingat rusun yang telah terbangun tersebut sudah terhuni dan dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa kampus masing-masing.

Sementara itu dalam pembahasan tersebut dihadiri Kepala Seksi Wilayah I BP2P Jawa 1 M. Iqbal, Subkor Pengalihan BMN, Sekretariat Jenderal Perumahan Simon, Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda Kemendikbud Ristek Marlon C Maitimu serta dari kampus PTN BH di antaranya UNJ, Untirta, Uncen, Unand, ISI Surakarta.

Baca juga: BP2P Jawa 1 siap serah terimakan Rusun Polri
Baca juga: Panglima TNI: Percepat pengerjaan rumah susun prajurit Kogabwilhan 1
Baca juga: PUPR utamakan teknologi anak bangsa bagi rusun pekerja konstruksi IKN