BPBD: 4.751 keluarga di Kabupaten Tangerang terdampak banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten mengemukakan hingga saat ini tercatat sebanyak 4.751 Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak bencana banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya beberapa aliran sungai di daerah itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir di Tangerang, Senin, mengatakan hingga kini terdapat empat wilayah di Kabupaten Tangerang terdampak banjir, dan tiga diantaranya merendam ratusan rumah warga.

"Untuk sementara berdasarkan data terdapat empat kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak banjir, yakni Pasar Kemis, Curug, Kelapa Dua dan Sepatan," katanya.

Baca juga: BPBD catat empat kecamatan di Tangerang terdampak banjir

Ia menerangkan untuk empat kecamatan yang terendam itu terdapat ribuan keluarga menjadi korban banjir, seperti di Kecamatan Curug sebanyak 2.219 KK dari delapan rukun warga (RW).

"Di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug itu ada delapan RW dengan total 2.219 KK yang terdampak," ujarnya.

Selanjutnya, di Kecamatan Kelapa Dua, yakni di Kelurahan Bencongan terdapat empat RW dengan total 1.477 kepala keluarga. Banjir akibat meluapnya sungai Sabi.

Di Kecamatan Pasar Kemis terdapat 1.005 KK juga dilaporkan terendam banjir, tepatnya di Perumahan Permata Tangerang, Desa Kuta Jaya dan di Perumahan Villa Tomang Baru, Desa Kuta Baru sebanyak enam RW.

"Sementara untuk di Perumahan Prima Tangerang, Desa Karet, Kecamatan Sepatan terdapat satu RW dengan 50 kepala keluarga terrdampak," ujarnya.

Ia mengungkapkan kondisi air yang merendam empat wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang tersebut rata-rata berada di ketinggian 50-160 sentimeter.

Baca juga: Sungai meluap, 871 KK di Kabupaten Tangerang terdampak banjir

Baca juga: Ratusan warga mengungsi akibat banjir di Kabupaten Tangerang

Bencana banjir yang terjadi di daerah itu, selain karena curah hujan yang tinggi juga diakibatkan adanya penyumbatan tumpukan sampah di aliran sungai serta drainase, sehingga air dengan volume tinggi meluap ke pemukiman warga.

"Jadi, ada beberapa faktor, seperti aliran kali/sungai meluap karena adanya penumpukan sampah juga volume airnya yang tinggi," tuturnya.

Ia menambahkan dalam upaya penanganan banjir, pemerintah daerah melalui BPBD setempat telah membuka beberapa posko pengungsian bagi warga terdampak. Sejumlah bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan para korban juga sudah disalurkan.