BPBD Boyolali droping air bersih di empat kecamatan daerah kekeringan

Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah melakukan droping air bersih puluhan tangki untuk membantu masyarakat daerah bencana kekeringan, di empat kecamatan mulai Agustus-September 2022.

BPBD sejak Agustus hingga September ini, sudah melakukan droping sebanyak 32 tangki membantu masyarakat di empat kecamatan yang kesulitan air bersih, kata Kepala BPBD Boyolali, Widodo Munir, di Boyolali.

"Alhamdulillah, masih ada hujan pada musim kemarau saat ini, sehingga mengurangi beban warga yang dilanda bencana kekeringan di wilayah ini," kata Widodo Munir.

Dia mengatakan bantuan air bersih di empat kecamatan yakni Simo, Kemusu, Wonosegoro, dan Wonosamodro. Pada Agustus ada 26 tangki yang dikirim ke daerah kekeringan dan September ini, ada enam tangki yang dikirim di Desa Guwo Kecamatan Wonosamodro.

"Kami melakukan droping air bersih awal bulan ini, ke Dukuh Bodeh, Desa Guwo, Kecamatan Wonosamodro sebanyak enam tangki atau sekitar 36.000 liter untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih," katanya.

Baca juga: Pemkab Boyolali sosialisasikan langkah jangka panjang atasi kekeringan

Baca juga: Boyolali masih alami kekeringan

BPBD sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali No.360/551/2022, intinya Boyolali sudah siaga keadaan darurat bencana kekeringan.Dari hasil pemetaan daerah yang dinyatakan sebagai daerah bencana kekeringan meliputi Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamodro, Kemusu, Musuk, dan Tamansari.

Kendati demikian, kata Widodo, namanya bencana itu tidak mengenal wilayah administratif, kalau memang ada daerah lain yang barangkali mengalami kekurangan air bersih prinsipnya BPBD tetap membantu penyediaan atau pengiriman air bersih.

BPBD Boyolali dalam menghadapi bencana kekeringan di wilayahnya dengan menyediakan anggaran sekitar Rp125 juta atau diperkirakan sebanyak 200 tangki air yang disediakan tahun ini.

Baca juga: Jateng anggarkan Rp120 juta "back up" penanganan kekeringan

Baca juga: Legislator desak Pemprov Jateng atasi kekeringan di Wonogiri

Kabupaten Boyolali sudah menjadi langganan setiap musim kemarau tiba beberapa wilayah mengalami kekurangan air bersih sehingga sudah dipersiapkan antisipasi bantuan air bersih.

Bahkan, BPBD Boyolali juga menyosialisasikan langkah jangka panjang dalam mengatasi kekurangan air bersih di daerah rawan bencana kekeringan saat musim kemarau. Ia mengharapkan masyarakat menanam banyak pohon agar simpanan air di permukaan tanah lebih awet.

Selain itu, masyarakat agar melakukan upaya-upaya mandiri untuk mencukupi kebutuhan air bersihnya, misalnya dengan membuat sumur sendiri. BPBD tahun ini, melakukan penelitian sumber air melalui geolistrik dan sudah dilaksanakan di Kecamatan Wonosamodro dan Boyolali kota.

Baca juga: BPBD NTB: Sembilan daerah tetapkan status siaga bencana kekeringan

Baca juga: BMKG: Waspadai hari tanpa hujan ekstrem di 9 daerah NTT