BPBD Cianjur : Warga lokasi rawan bencana mengungsi jika hujan deras

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta warga di sejumlah titik rawan bencana alam banjir dan longsor untuk mengungsi jika curah hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam guna menghindari korban jiwa.

Kepala BPBD Cianjur, Rizal di Cianjur, Kamis, mengatakan selama empat hari terakhir 14 kejadian bencana alam melanda sejumlah wilayah karena tingginya curah hujan yang turun setiap hari menyebabkan rawan terjadi bencana alam terutama di wilayah selatan Cianjur yang memiliki perbukitan dan sungai yang panjang.

"Bencana alam longsor dan banjir bandang terjadi di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Cidaun, Leles, Kadupandak, Agrabinta, Sukanagara, Kadupandak, Pagelaran, Tanggeung, Takokak dan Cikalongkulon yang dilaporkan sejak Senin sampai Kamis ini," katanya.

Sehingga seluruh petugas dan ribuan relawan yang ada di BPBD Cianjur, diturunkan ke lokasi bencana untuk melakukan pendataan dan penanganan bersama, termasuk melibatkan lintas sektoral, TNI/Polri dan PMI Cianjur agar proses penanganan dapat tuntas dengan cepat.

Baca juga: BPBD Cianjur dapat 11 laporan bencana alam selama dua hari

Baca juga: Tiga kampung di Cianjur-Jabar banjir, BPBD bantu evakuasi warga

Hingga saat ini, pihaknya tidak bisa melakukan evakuasi terhadap warga sebelum terjadi bencana, sehingga imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi digencarkan ke sejumlah wilayah rawan bencana terutama di wilayah selatan yang membentang sungai besar.

"Kita juga tempatkan relawan untuk memantau dan mengevakuasi warga ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana, termasuk meminta warga mengungsi ketika hujan turun deras dengan intensitas lebih dari dua jam, guna menghindari korban jiwa," katanya.

Kepala Bidang Kebencanaan PMI Cianjur, Dodi Permadi, mengatakan untuk membantu penanganan cepat ketika terjadi bencana, pihaknya menempatkan dan menyiagakan sekitar 56 orang Korps Sukarela (KSR) di masing-masing kecamatan terutama wilayah selatan.

"Untuk KSR yang siaga markas setiap harinya enam orang, sedangkan yang di tempatkan di lokasi bencana sebanyak 50 orang merupakan KSR kecamatan termasuk di Kecamatan Cidaun. Kita siapkan seluruh peralatan termasuk bantuan yang dibutuhkan ketika terjadi bencana," katanya.

Baca juga: BPBD Cianjur relokasi tujuh keluarga korban pergerakan tanah

Baca juga: BPBD Cianjur tuntaskan penanganan bencana alam di dua kecamatan