BPBD Garut fokus evakuasi warga korban banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, masih fokus pada evakuasi warga yang rumahnya diterjang banjir untuk diungsikan ke tempat lebih aman sampai kondisi dinyatakan aman.

"Kami konsentrasi menyelamatkan warga dulu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, saat dihubungi wartawan di Garut, Sabtu.

Ia menuturkan intensitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah permukiman warga di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Cikajang, Banyuresmi dan Cibatu terendam banjir.

Ia menyampaikan hujan telah mengguyur wilayah Garut sejak Jumat (15/7) hingga saat Sabtu menjelang siang masih diguyur hujan.

"Ada intensitas tinggi dari jam 16.00 sampai 20.00 dan hari ini masih kondisi hujan di Garut," katanya.

Ia menyampaikan petugas gabungan sudah menanggulangi warga yang terdampak banjir untuk dipastikan berada di daerah aman dan terpantau.

Terkait jumlah rumah dan kerugian yang terdampak banjir, kata dia, pihaknya masih mendata di lapangan dan menunggu laporan dari masing-masing kecamatan.

"Mudah-mudahan besok instruksi pimpinan hari ini sudah terkompilasi soal jumlah kerugian," katanya.

Kepala Polsek Tarogong Kidul Kompol Alit Kadarusman menambahkan sejumlah desa di wilayahnya telah diterjang banjir.

Kepolisian bersama petugas gabungan lainnya, kata dia, sudah diterjunkan untuk membantu masyarakat yang rumahnya diterjang banjir.

Ia menyebutkan banjir dengan genangan air sekitar 2 meter terjadi di wilayah Haurpanggung dan Sukakarya karena lokasinya dekat dengan bantaran Sungai Cimanuk.

Baca juga: Sejumlah kecamatan di Garut dilanda banjir

Peristiwa itu, kata dia, hanya merendam rumah warga, tidak ada korban jiwa, seluruh warga sudah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Saat ini kami bersama tim SAR gabungan sedang melakukan upaya evakuasi menggunakan perahu karet," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel