BPBD Jabar Catat Korban Jiwa Gempa Cianjur Jadi 284 orang, 122 Teridentifikasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Jumlah korban jiwa akibat gempa di Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 284 orang, di mana 122 di antaranya sudah berhasil teridentifikasi. Pencarian korban di reruntuhan sedang berlanjut di sejumlah lokasi.

Data tersebut didapatkan dari BPBD Jabar pada Rabu (23/11) pagi. Angka itu bertambah jika dibandingkan dengan data yang dirilis sehari sebelumnya, yakni 269 orang yang meninggal dunia.

Lalu, warga yang dinyatakan hilang mencapai 151 orang, korban luka mencapai 1.858 jiwa dan 58.362 jiwa yang mengungsi. Total rumah yang rusak sebanyak 28.07 unit. Dari jumlah itu, rumah yang rusak kategori ringan mencapai 8.634, kategori sedang 3.723 dan kategori berat 14.811.

Data tersebut terus diperbarui setiap hari dan direkap pada sore hari di posko darurat yang dipusatkan di Pendopo Cianjur.

Sementara itu, upaya pencarian 151 orang yang dinyatakan hilang dalam peristiwa gempa bumi terus berlanjut. Total ada 796 personel gabungan yang disebar di sejumlah wilayah yang terdampak.

Kepala Kantor SAR Bandung Jumaril menjelaskan ratusan personel itu datang dari berbagai satuan dan daerah lain di Jawa Barat. Mereka membagi dua rencana pencarian. Yakni, search plan bagi potensi SAR dan search plan bagi tim Basarnas.

Personel yang ditugaskan dalam operasi search plan potensi SAR terbagi dalam 12 tim disesuaikan dengan jumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa.

"Saat membutuhkan bantuan, tim ini bisa menginformasikan koordinat kepada pos SAR gabungan," kata Jumaril, Rabu (23/11).

Sedangkan operasi search plan untuk tim Basarnas dibagi menjadi empat sektor pencarian. Yakni Sektor I Kampung Cugenang RT 02, Sektor II Kampung Rawa Cina Desa Nagrak, Sektor III Kampung Salakawung Desa Sarampat, Sektor IV Warung Sate Sinta.

"Mereka dibekali dengan rencana evakuasi jika korban ditemukan akan dibawa ke RSUD Cianjur menggunakan ambulans," terang dia.

Di luar itu, mereka pun bertugas mendistribusikan logistik untuk pengungsi yang berada di wilayah sulit diakses karena jalur darat terganggu, di antaranya di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang.

"Kami juga menyalurkan logistik untuk pengungsi menggunakan Helly BO-105 Basarnas," tutup dia. [cob]