BPBD Jatim dirikan pos pantau protokol kesehatan di jalur mudik

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mendirikan pos pantau protokol kesehatan di jalur arus mudik dan arus balik Lebaran 2022.

"Jumlahnya ada tujuh pos pantau warna orange di tujuh titik mulai Ngawi hingga Banyuwangi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Budi Santosa kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, pos khusus protokol kesehatan untuk memantau dan menguatkan pelaksanaan masyarakat di lapangan dalam melakukan perjalanan.

Baca juga: Pos terpadu "Sanika Satyawada" didirikan di gerbang tol Madiun

Terlebih, kata Budi, sampai saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir dan dikhawatirkan terjadi lonjakan kasus apabila masyarakat tak patuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

Sebaran titik-titik pos pantau, yakni di rest area 597 B (Madiun-Ngawi), rest area 625 A (Madiun-Nganjuk), rest area 726 B (Sby-Mojokerto), rest area 725 A (Mojokerto-Sby), rest area 66 B (Pandaan-Malang), rest area 66 A (Malang-Pandaan), dan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Total 370 personel dilibatkan, baik dari BPBD kabupaten/kota maupun provinsi, dan berlangsung sejak 26 April 2022 hingga 8 Mei 2022.

"Teman-teman personel BPBD kabupaten/kota yang dilibatkan adalah mereka yang berdekatan dengan lokasi pos pantau berdiri," ucap dia.

Budi Santosa mengatakan kebijakan pemerintah memberi libur cuti Lebaran bagi masyarakat harus disyukuri karena dapat membuka kesempatan untuk mudik serta bersilaturahim dengan keluarga.

Mantan Kasatpol PP Jatim itu menyatakan pengawasan protokol kesehatan juga sesuai instruksi Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas COVID-19, Letjen TNI Suhariyanto, saat rapat pemantauan arus mudik Lebaran secara virtual, beberapa waktu lalu.

Selain itu, juga Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang perpanjangan PPKM Levelling di Pulau Jawa dan Bali hingga 9 Mei 2022.

Baca juga: Dishub Probolinggo siapkan enam pos pantau dan pelayanan arus mudik

Baca juga: Satlantas Polres Jember siapkan pos pantau penyekatan mudik

"Untuk mewujudkan mudik yang aman dan sehat, tetap pakai masker saat bersilaturahim dengan saudara dan keluarga. Sering-sering cuci tangan atau pakai hand sanitizer, serta hindari kerumunan," katanya.

Sementara itu, pada salah satu kesempatan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku situasi pandemi COVID-19 saat ini sudah terkendali, bahkan dari tingkat penularan di bawah angka 1, kemudian positivy rate dan bed occupation rate (BOR) di bawah standar WHO.

Kendati demikian, gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengingatkan seluruh masyarakat yang akan mudik Lebaran 2022 untuk tetap waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel