BPBD Lebong: Satu dari empat korban tambang berasal dari Sumsel

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan satu orang dari empat korban meninggal dunia yang ditemukan dalam lubang tambang emas di daerah ini pada Kamis (8/9) sekitar pukul 07.50 WIB berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel).

"Dari empat orang korban ini, satu orang atas nama Madon berumur 25 tahun berasal dari Muara Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel," kata Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Lebong dalam keterangannya di Bengkulu, Kamis sore.

Dia menjelaskan empat orang penambang emas tradisional yang ditemukan diperkirakan telah meninggal dunia di dalam lubang tambang Tik Aseak, Desa Ketenong l, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong sejak beberapa hari lalu diduga akibat kekurangan oksigen.

Keempat korban itu, kata dia, berhasil dievakuasi oleh pihaknya bersama tim gabungan TNI/Polri, Dinas Kesehatan dan warga setempat. Evakuasi dilakukan dari pukul 07.50 WIB dan sampai ke rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB.

Para korban ini, tiga di antaranya berasal dari Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis yakni Aryanto (30), Iwan (32), dan Rizki (27) serta Madon (25), warga Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel.

Tiga korban yang berasal dari Kabupaten Lebong sudah dimakamkan oleh pihak keluarga korban masing-masing pada hari itu juga, sedangkan korban atas nama Madon dibawa keluarganya ke Kabupaten Muratara, Sumsel.

Sebelumnya, empat orang penambang emas tradisional dari Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong pada 3 September lalu melakukan penambangan emas di lubang tambang Tik Aseak, Desa Ketenong I, Kecamatan Pinang Belapis.

Keempat penambang ini melakukan penambangan pada kedalaman 40 meter dan setelah lima hari tidak pulang ke rumah, sehingga pihak keluarga melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil, baru setelah melapor kepada aparat dan dilakukan pencarian berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Komnas HAM terima aduan masyarakat korban erupsi Semeru
Baca juga: Enam penambang emas korban longsor di Kotim telah dimakamkan