BPBD Mataram imbau warga tetap waspada saat "Lebaran Topat"

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau warga agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem saat perayaan "Lebaran Topat" atau ketupat yang akan dirayakan Senin (9/5).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Jumat, mengatakan, perayaan "Lebaran Topat" biasanya terpusat di sepanjang pantai sehingga perubahan cuaca perlu diwaspadai.

"Kendati saat ini cuaca masih bersahabat dan ketinggian gelombang masih normal yakni 0-1 meter tapi sewaktu-waktu cuaca bisa berubah. Apalagi sekarang terjadi transisi perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau," katanya.

Karena itu,nya, Mahfuddin meminta agar masyarakat terutama yang membawa anak kecil agar bisa lebih waspada memantau anak-anak ketika mandi di laut dan bermain di pesisir pantai.

Masyarakat harus mematuhi imbauan-imbauan yang diberikan petugas di sekitar pantai, termasuk arahan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: BPBD Mataram siapkan posko terpadu pengamanan Lebaran Topat

Baca juga: Pemkab Lombok Tengah siapkan rekayasa lalu lintas Lebaran Topat

"Meskipun pemerintah kota tidak menggelar kegiatan seremonial 'Lebaran Topat', tapi kita tidak bisa melarang warga merayakan 'Lebaran Topat'," katanya.

Lebaran Topat yang dirayakan seminggu setelah Lebaran Idul Fitri merupakan sebuah kegiatan yang mengandung nilai agama sekaligus nilai budaya yang sangat tinggi untuk merawat adat istiadat yang ditinggalkan oleh para leluhur.

Perayaan Lebaran Topat diawali dengan ziarah ke makam-makam ulama yang dikeramatkan, kemudian dirangkaikan dengan kegiatan selakaran, zikir, doa dan "ngurisan" atau cukur rambut bayi.

Selanjutnya, masyarakat akan makan bersama di sejumlah objek wisata terutama pantai, dengan menu utama ketupat yang sudah disiapkan sejak H-2, beserta makanan pendamping lain seperti opor ayam, telur dan urap.

Saat Lebaran Topat, hampir seluruh garis pantai Kota Mataram sepanjang sembilan kilometer dipenuhi oleh masyarakat yang merayakan Lebaran Topat.

Kondisi serupa juga terjadi di kabupaten lainnya di Pulau Lombok, baik itu Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah maupun Lombok Timur.

"Karena itulah, pengawasan dioptimalkan pada garis pantai. Termasuk patroli laut menggunakan perahu karet," katanya.

Baca juga: Lebaran Topat di Lombok Tengah dipusatkan di Sirkuit Motor Cross

Baca juga: Lebaran "Topat" jadi kalender pariwisata NTB

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel