BPBD Palangka Raya siapkan lokasi pengungsian korban banjir kiriman

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, menyiapkan lokasi yang digunakan sebagai posko dan pusat pengungsian bagi warga setempat yang menjadi korban banjir kiriman.

"Untuk lokasi posko dan pengungsian sudah siap kita data, dan jika sewaktu-waktu diperlukan dapat segera dibangun dan difungsikan," kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani di Palangka Raya, Rabu.

Ia mengatakan, lokasi yang potensial dijadikan sebagai posko dan pusat pengungsian tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Lokasi itu yakni di sekitar Pasar Kahayan, Gedung KONI, Jalan Arut, dan di kantor kelurahan yang tidak tergenang banjir.

Baca juga: Pemerintah Palangka Raya buka layanan donasi bagi korban banjir

"Intinya lokasi untuk posko tidak tergenang air dan mudah dijangkau masyarakat serta petugas," kata Emi Abriyani.

Ia mengatakan, saat ini ada delapan kelurahan di "Kota Cantik" yang tergenang banjir kiriman akibat meluapnya sungai yang melintasi wilayah Kota Palangka Raya.

Delapan kelurahan itu yakni Kelurahan Palangka, Petuk Ketimpun, Pahandut, Bukit Tunggal, Kameloh Baru, Tanjung Pinang, Bereng Bengkel, dan Kelurahan Danau Tundai.

Menurut dia, saat ini ketinggian air akibat banjir kiriman bervariasi mulai 5 centimeter sampai 35 centimeter. Akibatnya, jalan permukiman warga dan sebagian lahan pertanian bahkan sejumlah permukiman warga mulai terendam air.

Baca juga: Gubernur Kalteng pastikan pemenuhan kebutuhan warga terdampak banjir

"Kami minta masyarakat terutama di daerah rendah dan di kawasan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya penambahan ketinggian air," katanya.

Apalagi, lanjut dia, berdasarkan informasi BMKG sampai tiga hari mendatang hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah Kalteng termasuk Kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya.

"Kabupaten Gunung Mas merupakan daerah yang menjadi hulu sungai yang alirannya melintasi wilayah Kota Palangka Raya," katanya.

Menurut dia, hujan yang terus terjadi di kabupaten itu menyebabkan sungai tak mampu lagi menampung debit air. Dampaknya terjadi luapan yang menyebabkan banjir wilayah aliran sungai, termasuk di Kota Palangka Raya.

Baca juga: BPBD Palangka Raya minta warga bantaran sungai waspadai banjir kiriman

"Untuk itu, dalam rangka memberikan informasi potensi bencana banjir, tim BPBD secara berkala melakukan pemantauan tinggi air sungai di titik-titik pantau yang telah ditetapkan," kata Emi.