BPBD Palu ultimatum penerima huntap AHA Center yang belum ditempati

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Sulawesi Tengah, memberikan ultimatum kepada penerima hunian tetap (huntap) yang dibangun organisasi The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre), tetapi belum ditempati.

"Dalam isi surat pernyataan tertulis, apabila dibiarkan kosong selama 3 bulan berturut-turut tanpa pemberitahuan tertulis, maka huntap tersebut ditarik kembali oleh Pemkot Palu," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu Bambang yang dihubungi di Palu, Senin.

Ia menjelaskan, hunian bantuan AHA Center untuk korban gempa, tsunami dan likuefaksi Palu sebagai bentuk kepedulian organisasi ASEAN atas bencana alam 28 September 2018 lalu untuk meringankan beban warga terdampak kalau tidak dimanfaatkan oleh penerima menimbulkan kecemburuan bagi warga terdampak lainnya.

Sementara, hingga saat ini masih banyak korban bencana belum mendapat hunian yang layak, sehingga tidak ada pilihan lain selain tinggal di hunian sementara (huntara).

Baca juga: BPBD: Sembilan rumah di Palu rusak akibat puting beliung

Baca juga: Kawasan Huntap Duyu jadi lokasi ngabuburit warga Kota Palu

"Hunian tetap itu akan ditarik untuk didistribusikan kembali kepada warga lainnya yang berhak mendapatkan huntap," ujar Bambang.

Petugas BPBD Palu melakukan identifikasi huntap yang belum ditempati warga penerima manfaat di kawasan huntap kampung ASEAN bantuan AHA Center di Kelurahan Tondo, Kecamatan Ulujadi, Senin (20/6/2022). ANTARA/HO/BPBD Kota Palu
Petugas BPBD Palu melakukan identifikasi huntap yang belum ditempati warga penerima manfaat di kawasan huntap kampung ASEAN bantuan AHA Center di Kelurahan Tondo, Kecamatan Ulujadi, Senin (20/6/2022). ANTARA/HO/BPBD Kota Palu


Ia mengemukakan, dari hasil identifikasi lapangan yang dilakukan pihaknya, ditemukan kurang lebih 14 hunian berpotensi ditarik Pemkot Palu, karena mulai penyerahan secara bertahap tahun 2020 dan 2021 belum ditempati warga penerima manfaat.

Menurut dia, upaya ini sudah dua kali dilakukan BPBD Palu, yang sebelumnya dari puluhan hunian terancam ditarik, dua diantaranya diserahkan kepada warga lain yang belum memiliki huntap.

"Mereka yang sempat ditarik huntapnya tetap dimasukkan dalam daftar penerima bantuan hunian, tetapi bukan lagi di lokasi di huntap AHA Center. Metodenya sama seperti kami lakukan sebelumnya," tutur Bambang.

Ia menambahkan, BPBD Palu telah memberikan tenggang waktu kepada penerima manfaat untuk segera menempati dan memanfaatkan hunian tersebut paling lambat 28 Juni 2022.

Bantuan huntap AHA Center dibangun sebanyak 100 unit dan dinamai sebagai Kampung ASEAN di kawasan relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Ulujadi.

"Bila batas waktu yang sudah ditetapkan belum ditempati, maka dengan terpaksa kami lakukan eksekusi, sebab masih banyak orang yang membutuhkan, kami berharap penerima huntap tersebut bijak menyikapi kebijakan ini," demikian Bambang.*

Baca juga: Penyintas gempa Palu empat kali jalani puasa Ramadhan di huntara

Baca juga: Kementerian PUPR bangun SPAM layani kebutuhan air di huntap Palu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel