BPBD: Pencairan bantuan seroja di Kota Kupang capai 73,76 persen

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyebutkan realisasi penyaluran dana stimulan bantuan bencana alam seroja telah mencapai Rp96.499.105.000 miliar atau 73,76 persen dari total dana Rp150.985.000.000.

"Realisasi pencairan dana bantuan stimulan seroja di Kota Kupang sangat cepat mencapai 73,76 persen. Proses pencairan masih terus dilakukan pihak BPBD," kata Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ernest Ludji di Kupang, Senin.

Menurut dia Pemerintah Kota Kupang masih terus berupaya mempercepat penyaluran dana dengan percepatan verifikasi administrasi bagi penerima bantuan yang belum menerima dana bantuan seroja.

Ia menjelaskan BPBD Kota Kupang terus melengkapi berbagai dokumen serta melakukan validasi di lapangan untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait penerima bantuan.

Baca juga: Pemda TTU segera distribusi bantuan bencana alam siklon tropis Seroja

Baca juga: BNPB minta daerah di NTT ajukan data tambahan korban bencana seroja

"Validasi dan verifikasi dilakukan petugas untuk mendapatkan data penerima bantuan yang akurat," kata Ernest Ludji.

Menurut dia, pemerintah Kota Kupang terus mengoptimalkan peran berbagai pihak termasuk menambah jam kerja tim teknis dalam kegiatan penyaluran dana bantuan stimulan perbaikan rumah sehingga penyaluran dana terus meningkat.

"BPBD Kota Kupang melakukan pendampingan tim teknis untuk mempercepat penyampaikan laporan pertanggungjawaban dari masyarakat," ujar Ernest Ludji.

Pemerintah Kota Kupang menargetkan proses pencarian dana bantuan seroja bagi 12.192 kepala keluarga korban yang terdampak bencana alam seroja tuntas pada September 2022.*

Baca juga: PUPR: Rumah khusus korban bencana siklon Seroja di NTT siap dihuni

Baca juga: Pemkab Kupang mulai distribusi bantuan bencana alam Seroja

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel