BPBD Tangerang catat tiga rumah rusak dampak gempa Banten

·Bacaan 1 menit

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, mencatat sebanyak tiga unit rumah warga di daerah itu rusak akibat dampak gempa tektonik dengan magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Banten pada Jumat (14/1), pukul 16.05 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir di Tangerang, Senin mengatakan bahwa dari ketiga rumah yang terdampak gempa tersebut berada di dua wilayah kecamatan, diantaranya seperti di kecamatan Sukadiri dan Rajeg.

"Untuk wilayah Kabupaten Tangerang hasil survei di lapangan yang terdampak gempa pada Jumat lalu ada dua titik. Yaitu di kampung Sukadiri, Rt/Rw 05/02, Desa Sukadiri, kampung Kondang, Rt/Rw 01/01, Desa Mekar, Kecamatan Sukadiri (Rusak Berak) dan di Kampung Kjawaringan, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg," katanya.

Ia menuturkan, dalam peristiwa gempa dengan M 6,6 itu tidak menyebabkan adanya korban jiwa maupun luka.

"Dari laporan yang diterima tidak ada korban jiwa atau luka," tuturnya.

Baca juga: Gempa berdampak ke 19 kecamatan di Lebak

Baca juga: Pemkab Lebak tetapkan status tanggap darurat gempa tektonik

Ia mengungkapkan, ada pun rumah warga yang terdampak gempa tersebut sebelumnya memang dalam kondisi sudah tidak layak huni. Sehingga pada saat kejadian gempa bumi rumah mereka roboh.

"Menurut analisis di tempat kejadian perkara kemarin, sebelumnya pun kondisi rumah sudah reot (tidak layak). Sehingga ketika terjadi gempa bumi langsung roboh," ujarnya.

Ia menambahkan, sampai kini pihaknya belum menerima adanya laporan tambahan terkait rumah rusak dan roboh akibat gempa Banten tersebut.

"Belum ada laporan lagi sementara ini, untuk korban sekarang ada yang mengungsi di rumah saudara terdekat," kata dia.

Baca juga: BNPB minta pemda mendata kerusakan rumah warga akibat gempa di Banten

Baca juga: Suara gemuruh gempa itu, bisa selamatkan jiwa kami

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel