BPBD: Tidak Ada Badai Salju Di Sijunjung

Muaro Sijunjung, Sumbar, 29/3 (ANTARA) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Syahrial menyatakan berita tentang adanya badai salju di daerah itu yang merusak 48 rumah dan beberapa sekolah tidak benar.

“Tidak benar adanya badai salju, hanya hujan lebat dan angin kencang yang melanda Sijunjung Rabu (28/3) malam yang menyebabkan delapan bangunan rusak,” katanya di Muaro Sijunjung, Kamis.

Dia menyebutkan, rumah yang mengalami rusak berat yakni dua rumah warga di (dusun adat) Jorong Padang Rana, dan satu rumah dinas guru di Jorong Kandang Harimau.

Badai tersebut juga menyebabkan lima bangunan mengalami rusak ringan dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak malam, katanya, petugas BPBD telah membersihkan dan membereskan puing-puing rumah yang roboh tersebut.

Namun akibat hujan lebat yang terus menerus Rabu malam menyulitkan upaya petugas untuk membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak, dan dilanjutkan pada hari ini.

BPBD bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung memberikan bantuan kepada kepala keluarga yang menjadi korban bencana tersebut berupa makanan, minuman dan beberapa selimut dan keperluan rumah tangganya.

Dia menambahkan, Wakil Bupati Muchlis Anwar telah meninjau langsung ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari BPBD.

Sementara salah seorang warga Sijunjung, Ardi (24) juga tidak membenarkan adanya badai salju di daerah itu.

Sepengetahuannya, sekalipun ada hanya hujan lebat yang disertai titik-titik es, namun kejadian itu pernah terjadi tahun 1988 dan 2004 di Sijunjung.

Kepala Seksi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Sijunjung Syafaruddin mengungkapkan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang pohon yang berada dekat dengan rumah warga tumbang dan menimpa dua rumah penduduk di Jorong Padang Rana.

Dia menambahkan, dari laporan penduduk dan petugas BPBD, sebuah rumah dinas guru sekolah dasar di Jorong Kandang Harimau robohnya karena angin kencang.

“Saat hujan lebat atau angin kencang kami biasa melakukan patroli dilakukan untuk menanggulangi bencana longsor dan penduduk yang hanyut terutama yang tinggal di sekitar sungai,” kata Syafaruddin.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.