BPH Migas Catat Penyaluran Gas Elpiji Meningkat Saat Nataru

Merdeka.com - Merdeka.com - Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Eman Salman Arif menyampaikan, selama periode satgas Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 pada tanggal 19 Desember 2022 s.d. 04 Januari 2023, penyaluran LPG dalam kondisi aman. Stok LPG aman untuk seluruh Agen serta Pangkalan Siaga yang beroperasi pada periode tersebut.

"Selama periode satgas Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, KESDM Ditjen Migas dan Pertamina menyiagakan 23 Terminal LPG, 667 SP(P)BE dan 4.972 Agen LPG. Agen LPG disiagakan 24 jam khusus pada wilayah dengan demand tinggi," kata Eman dalam konferensi pers penutupan posko nasional sektor ESDM periode Hari Raya Natal tahun 2022 dan tahun baru 2023, Rabu (4/1).

Tercatat, coverage days stok LPG Nasional berkisar antara 14 sampai 19 hari. Adapun penyaluran LPG tertinggi terjadi pada tanggal 27 Desember 2022, yaitu sebesar 29.264 MT atau naik 7,0 persen dari penyaluran LPG normal sebesar 27.349 MT.

Ditjen Migas melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian, serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian LPG ke Penyalur dan Sub Penyalur LPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil pengawasan, yaitu penyaluran LPG aman dan lancar.

Sementara untuk sektor gas bumi, kegiatan Niaga, Pengangkutan, Penyimpanan dan Penyaluran Gas bumi melalui Pipa maupun melalui SPBG, serta penyaluran crude oil yang dioperasikan oleh PGN sebagai Subholding Gas Pertamina beroperasi dengan Aman, juga beroperasi aman dan lancar.

Selama periode NATARU, Subholding Gas Pertamina telah berhasil menyalurkan Gas, dan LNG kepada 2.460 Pelanggan Komersial dan Industri, 1.925 Pelanggan Kecil, 765.756 SR Pelanggan Rumah Tangga, dan 9 Pembangkit Listrik termasuk PLN Group, dengan volume rata-rata :

1. Kegiatan usaha Niaga Gas sebesar 867 BBTUD;
2. Penyaluran gas ex-LNG sebesar 283 BBTUD;
3. Stock LNG pada akhir Periode NATARU sebesar 89.250 M3;
4. Pengangkutan Gas melalui pipa sebesar 2.403 MMSCFD;
5. Penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) sebesar 277.427 LSP, dan
6. Pengangkutan crude oil sebesar 155.385 BOPD;

Penyaluran Gas tertinggi adalah pada H-5 Natal sebesar 1.031 BBTUD dan penyaluran Niaga Gas pada tanggal 25 Desember 2022 sebesar 691 BBTUD dan tanggal 1 Januari 2023 sebesar 658 BBTUD, perubahan volume penyaluran Gas bumi pada Periode NATARU ini dimitigasi dengan manajemen linepack untuk optimalisasi penyaluran gas.

"Sehingga Energy Baik Gas Bumi dapat dirasakan oleh Masyarakat dengan nyaman dan aman," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]