BPH-Migas resmikan 27 SPBU BBM satu harga di Pontianak

·Bacaan 2 menit

Kepala BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) M Fasrullah Asa meresmikan sebanyak 27 SPBU yang menjual BBM satu harga yang dipusatkan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Hari ini peresmian 27 lembaga penyalur BBM satu harga yang kami pusatkan di Kota Pontianak sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan keadilan dibidang energi bagi masyarakat," kata M Fasrullah Asa di Pontianak, Rabu.

Dia menjelaskan, pihaknya konsisten sejak lima tahun ini dalam mengawal program BBM satu harga, sebagai wujud keadilan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Baca juga: Wujudkan BBM satu harga, BPH Migas dorong penambahan Pertashop

"Kalbar sebagai daerah yang sangat strategis apalagi dengan hadirnya Pelabuhan Internasional di Kabupaten Mempawah, dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kalbar," ujarnya.

Hingga saat ini total SPBU BBM satu harga yang sudah diresmikan sebanyak 253 lokasi dari target 500 hingga tahun 2024.

"Bahkan antusiasnya sangat tinggi bahkan ada sebanyak 700 ajuan, dan kami tetap prioritas bagi daerah 3T dalam program BBM satu harga ini," ujarnya.

Baca juga: Kepri sambut baik program pembangunan penyalur BBM satu harga

Dia menambahkan, dari sebanyak 27 unit SPBU yang menjual BBM satu harga ini, enam berada di Kalimantan, lima diantaranya di Kalbar, dan satu berada di Kalimantan Utara.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Pertamina Wilayah Kalimantan, Freddy Anwar mengatakan, pihaknya sangat konsisten dalam mengawal dan mendistribusikan BBM bersubsidi di SPBU BBM satu harga sebagai keadilan energi bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri di Indonesia.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPH Migas sehingga Kota Pontianak sebagai tuan rumah peresmian sebanyak 27 SPBU BBM satu harga di seluruh Indonesia, hari ini," katanya.

Dia menambahkan, kehadiran SPBU BBM satu harga membuktikan bahwa negara hadir, karen harga jual BBM sama harganya dengan yang dijual di SPBU di kota-kota, sehingga memberikan rasa keadilan bagi masyarakatnya.

"Kami juga meminta agar masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM satu harga sehingga tepat sasaran," katanya.