BPIP Catat 9.000 Lebih Personel Purnapaskibraka jadi Duta Pancasila Nasional

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mencatat ada 9.350 orang Purnapaskibraka Duta Pancasila Nasional. Jumlah tersebut terbilang luar biasa.

Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi mengatakan jumlah tersebut mencerminkan meroketnya program dan kegiatan BPIP.

Pancasila menjadi perhatian sangat penting untuk direfleksikan kembali terutama terkait dengan strategi apa yang bisa ditempuh dalam mengkampanyekan Pancasila menjadi lebih Agile, kreatif, inovatif dan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat melalui media massa.

"Oleh karena itu, saya mendorong bagi institusi dan kawan-kawan media yang hadir di sini untuk berkolaborasi dalam menggencarkan pemberitaan ke arah positif", katanya saat jumpa pers refleksi akhir Tahun 2022, Jumat (30/12).

Sementara itu, Wakil Kepala BPIP Karjono menjelaskan realisasi Anggaran Tahun 2022 per hari ini sudah mencapai 95,67 persen yang diproyeksikan 99,05 persen.

"Kemudian juga banyak hal yang telah dilakukan diantaranya terkait dengan indikator kinerja, sistem merit yang mendapatkan kategori baik", paparnya.

Kemudian opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI BPIP telah metaih 3 kali berturut-turut. Tidak hanya itu beberapa prestasi atau anugerah kita sudah dapatkan diantaranya kategori 'Menuju Informatif' dari Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia.

Selain Kesekretarian Kedeputian juga menunjukan progres serapan dan kinerja yang sangat baik dengan rata-rata 95 persen yang ditargetkan 99 persen.

"Penilaian pelayanan publik di Kementerian dan Lembaga ini mendapatkan nilai B dengan nilai 3,64 jadi tertingginya itu 5 jadi paling tidak ini sudah 70 ke arah 80", ujarnya.

Selain itu sebagai tindaklanjuti Ekonomi Pancasila, pokok-pokok Ekonomi Pancasila dari pasal 33 konstitusi ada arah kebijakan, bahwa peta jalan ada garis besar Ideologi Pancasila walaupun sudah menjadi peraturan penuh ada penguatan penyempurnaan.

Dewan Pakar BPIP Darmansjah Djumala mengatakan perlu ada revolusi dalam media yakini lebih agresif dalam pembumian Pancasila.

"Evolusi bermedia sosial itu adalah, harus lebih bersifat agresif atau jangam malu malu", ungkapnya.

Ia berharap ada kolaborasi BPIP dan media lebih erat untuk penyebaran informasi.

"Kita harus pamer terus, harus pamer positif, biarkan kita sombong asalkam jangan bohong", tutupnya.

Dalam refleksi akhir tahun yang diselenggarakan di Ancol tersebut juga masing-masing Deputi memaparkan program dan kegiatannya yang sudah dilaksanakan dan ditanggapi oleh media undangan.

Hadir mendampingi Sekretaris Utama BPIP Adhianti, Dewan Pakar BPIP, Staf Khsus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Jabatan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama BPIP. [rhm]