BPIP Ingatkan Mahasiswa Indonesia Waspadai Hoaks yang Menimbulkan Perpecahan

·Bacaan 2 menit
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta- Praktek politik adu domba pada zaman penjajahan masih dapat dirasakan oleh warga Indonesia baik yang ada di dalam atau di luar negeri, khususnya dikalangan mahasiswa, dengan menyebar hoaks yang bertujuan untuk menimbulkan perpecahan.

Direktur Standardisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Badan Pembinaan IdeologiPancasila (BPIP), Aris Heru Utomo, mengatakan, dampak adu domba politik tersebut dapat membuat bangsa Indonesia terpecah belah.

“Tujuannya, agar mereka dapat merampok dan menguasai Indonesia dengan leluasa. Belanda menyadari sepenuhnya bahwa bangsa yang plural seperti Indonesia paling mudah dipecah belah dengan adu domba,” ucap Aris, melansir Antara, Jumat (29/10/2021).

Aris pun mengingatkan para mahasiswa yang berada di luar negeri, untuk selalu waspada terhadap hoaks serta disinformasi yang akan lebih mudah disebarkan.Jangan sampai mahasiswa di luar negeri terpecah belah, sebagaimana Indonesia yang dahulu terpecah belah oleh karena politik adu domba.

Masih bernostalgia, Aris juga mengatakan, mahasiswa harus mencontoh para pemuda Indonesia waktu itu untuk terus berjuang melawan adu domba.

“Masyarakat Indonesia, khususnya para mahasiswa yang sedang berada di luar negeri dapat belajar dari sejarah gerakan pemuda dalam memerdekakan Indonesia. Sejarah berdirinya NKRI tidak terlepas dari gerakan pemuda melalui Kebangkitan Nasional 1908 dan Kongres Pemuda 1928 yang menghasilkan ikrar persatuan Indonesia,” kata Aris, memperingatkanHari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021 lalu.

Amadea Claritta - Universitas Multimedia Nusantara

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel