BPIP sebut Revolusi Industri 4.0 membuat manusia bekerja lebih keras

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 membuat manusia harus bekerja lebih keras, karena mensyaratkan harus paham akan segala hal yang berhubungan dengan teknologi termasuk teknologi digital.

"Hasil Revolusi Industri 4.0 membuat kita harus kerja keras, sehingga kita perlu mengoptimalkan potensi digital menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi kita sebagai bangsa," katanya dalam kegiatan Diklat Pancasila Bagi Generasi Milenial di Yogyakarta, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis BPIP, Minggu.

Oleh karena itu, Kepala BPIP mengatakan, gerakan digitalisasi ini harus diaktifkan, dioptimalkan, dan didorong untuk menciptakan generasi yang terdidik.

"Dalam gambaran saya juga melanjutkan perjuangan yang telah dibangun generasi pertama kemerdekaan kita yang mendapat pendidikan pertama secara formal yaitu pada generasinya Bung Karno dan Bung Hatta," katanya.

Menurut dia, bangsa Indonesia memiliki sejarah yang panjang untuk memperoleh kemerdekaan. Dalam konteks pendidikan, bangsa ini perlu untuk belajar dari proses Sumpah Pemuda yang dipelopori oleh generasi muda.
Baca juga: Pendidikan Pancasila akan diterapkan pada diklat CPNS
Baca juga: Ratusan CPNS Madiun ikuti diklat karakter wujudkan birokrasi Pancasila


Sumpah Pemuda harus menjadi pembangkit memori kolektif bangsa tentang perjuangan pemuda dalam memproklamirkan kemerdekaan.

"Saya sangat bangga karena melihat ada semangat yang tinggi dari para generasi muda (mahasiswa) untuk membantu membumikan Pancasila melalui pendekatan digitalisasi yang kreatif dan inovatif," kata Yudian.

Ketua Panitia Diklat Pancasila Bagi Generasi Milenial David Ardiansyah mengatakan, kegiatan yang berlangsung dari Kamis (21/7) hingga Sabtu (23/7) itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah dan program studi.

Materi yang disampaikan utamanya menyoroti isu-isu yang berkembang dalam dunia digital, seperti pelatihan jurnalistik, event management, hingga media sosial strategis.

Dia berharap, melalui pelatihan ini, para peserta bukan hanya mampu mendapatkan pengetahuan yang baru, tetapi juga mampu menyerap materi-materi yang diberikan dengan baik.

"Pesan dari Kepala BPIP bahwa kita sebagai generasi muda harus siap menjadi agen perubahan. Generasi yang mampu diandalkan dan diberi kepercayaan untuk membumikan Pancasila melalui strategi-strategi yang kreatif dan inovatif," katanya pula.
Baca juga: BPIP kenalkan Buku Diklat Pancasila untuk kalangan TNI Kodam Brawijaya
Baca juga: BPIP Gelar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila di Bogor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel