BPJAMSOSTEK borong 5 penghargaan di World Social Security Forum

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali mengharumkan nama Indonesia dengan memborong lima penghargaan sekaligus di World Social Security Forum (WSSF) yang merupakan ajang pertemuan tertinggi seluruh institusi jaminan sosial di dunia.

BPJAMSOSTEK menjadi satu-satunya perwakilan di Asia yang mendapatkan penghargaan terbanyak dari International Social Security Association (ISSA). Hal itu tercapai berkat keberhasilan BPJAMSOSTEK dalam mengimplementasikan berbagai inovasi yang sesuai dengan kriteria pada ISSA Guidelines, demikian rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Deretan penghargaan yang diberikan terdiri atas The ISSA Guidelines on Communication by Social Security Administrations, The ISSA Guidelines on Good Governance, The ISSA Guidelines on Information and Communication Technology (ICT), The ISSA Guidelines on Return to Work and Reintegration, serta The ISSA Guidelines on Service Quality.

Seluruh penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden ISSA Joachim Breuer di hadapan perwakilan 320 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara.

Direktur Pelayanan Roswita Nilakurnia serta Direktur Perencanaan Strategis dan TI Pramudya Iriawan Buntoro hadir menerima penghargaan tersebut menyatakan capaian itu merupakan bukti keseriusan BPJAMSOSTEK memberikan pelayanan terbaik sesuai standar internasional.

“Penghargaan ini merupakan buah dari kerja cerdas seluruh insan BPJAMSOSTEK serta dukungan penuh dari para stakeholder (pemangku kepentingan). Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih dan berharap raihan membanggakan ini mampu menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi,” kata Roswita.

Baca juga: BPJAMSOSTEK serahkan data 15,6 juta pekerja layak BSU ke Kemenaker

Ia menjelaskan sebagai badan hukum publik yang ditugaskan pemerintah melaksanakan jaminan sosial bagi seluruh pekerja Indonesia, tentu BPJAMSOSTEK menyadari pentingnya aspek pelayanan, teknologi informasi, komunikasi, dan tata kelola yang baik.

Oleh karena itu, katanya, dalam merumuskan seluruh kebijakan terkait hal-hal tersebut, BPJAMSOSTEK wajib mengadopsi standar manajemen yang akuntabel, selaras dengan kebutuhan badan, serta memenuhi fungsi kontrol dalam setiap pengambilan keputusan.

Pramudya menjelaskan dalam aspek layanan, khususnya program Return To Work (RTW), BPJAMSOSTEK terus mengembangkan jaringan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) serta Pusat Layanan Kembali Bekerja (PLKB) sehingga dapat memberikan kemudahan dan kepastian bagi para peserta yang mengalami kecelakaan kerja untuk mendapatkan perawatan, pelatihan, dan jaminan kembali bekerja.

Ke depan, BPJAMSOSTEK akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja guna mewujudkan jangkauan menyeluruh dan layanan terbaik bagi seluruh pekerja Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, BPJAMSOSTEK juga mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembicara dan berbagi pengalaman tentang “Social security coverage solutions for the informal sector” serta “Social Security and Behaviour Insight: An ISSA Framework”

"Lima penghargaan ini merupakan bukti penyelenggaraan jamsostek di Indonesia telah sesuai, dan bahkan di atas standar internasional. Tentu kami akan terus berusaha lebih baik lagi dalam melindungi dan memberikan kemudahan pelayanan demi kesejahteraan seluruh pekerja," kata dia.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan tingkatkan kepesertaan dari sektor informal
Baca juga: BPJAMSOSTEK optimistis target 70 juta peserta aktif 2026 tercapai