BPJAMSOSTEK Gelar Vaksinasi, Sasar Pekerja Alih Daya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dua kali dalam seminggu, kegiatan Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK, sapaan akrab BPJS Ketenagakerjaan, ini digelar dengan total hingga saat ini sebanyak 87 ribu dosis yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Jika ditilik dari pelaksanaan vaksinasi dalam minggu ini saja, dihelat kegiatan setidaknya di 5 lokasi, yaitu Pontianak, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan 2 kegiatan lainnya di Jakarta.

Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJAMSOSTEK, Pramudya Iriawan Buntoro mengatakan kegiatan Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK ini diselenggarakan di berbagai wilayah secara konsisten bagi pekerja Indonesia. Maksud dan tujuannya tentu saja sudah pasti untuk mendukung pemerintah mempercepat pembentukan herd immunity atau kekebalan komunal dengan memberikan vaksinasi kepada setidaknya 70 persen penduduk Indonesia. Langkah ini merupakan salah satu cara agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Para peserta kegiatan vaksinasi ini mayoritas berasal dari kalangan, pekerja dan terbuka pula untuk masyarakat umum. Target vaksinasi kali ini sebagian besar adalah para pekerja alih daya dari perusahaan peserta BPJAMSOSTEK di daerah Jakarta Selatan ini terlihat antusias dalam menjalani program vaksinasi. Antusiasme ini diharapkan memiliki dampak positif dalam menapaki masa depan Indonesia yang terbebas dari Covid-19. Dengan demikian para pekerja dapat lebih produktif dalam bekerja dan bersama-sama membangun perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Untuk kegiatan vaksinasi kali ini, BPJAMSOSTEK menyediakan sebanyak 2.000 dosis vaksin untuk dua tahap vaksinasi dengan jenis vaksin Astrazeneca. Kegiatan pemberian vaksinasi ini dimulai pada pukul 8 pagi hingga 3 sore di One Belpark Mall, Jakarta Selatan, Sabtu (4/9).

Pramudya memandang kegiatan vaksinasi ini penting untuk dilakukan bukan hanya sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah tapi juga bentuk kepedulian BPJAMSOSTEK kepada masyarakat, khususnya para pekerja. “Setelah menerima vaksin, bukan berarti bisa bebas seperti masa sebelum pandemi, tapi tetap harus menjaga prokes (prosedur kesehatan) sebagai upaya pertahanan diri sendiri, dan orang lain,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Plt. Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada BPJAMSOSTEK karena turut mendukung program pemerintah sebagai strategi percepatan herd immunity, khususnya di Jakarta.

Isnawa Adji mengatakan, dari 1,7 juta warga Jakarta Selatan sudah 65 persen menerima vaksinasi. Ada dua strategi yang kami lakukan untuk mencapai herd immunity, yang pertama membuka sentra vaksinasi dan vaksinasi dinamis, yaitu kita mendatangi warga door to door untuk melakukan vaksinasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Pramudya mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan kegiatan vaksinasi, tentunya dengan melihat ketersediaan dosis vaksin di berbagai daerah. “Ini merupakan titik ke-18 kegiatan Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK diselenggarakan dalam kurun waktu lebih kurang satu bulan, dan akan terus kami lakukan secara merata. Semoga persediaan dosis vaksin di daerah lain masih mencukupi dan kami akan terus melakukan koordinasi agar masyarakat bisa mendapatkan vaksin,” jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selanjutnya

Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kiri) dan Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Asep Rakmat Suwandha (tengah) meninjau Vaksinasi Bersama Pemkot Tangsel dan BPJamostek di Lapangan Futsal BSD, Tangerang Selatan, Selasa (31/8/2021). (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kiri) dan Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Asep Rakmat Suwandha (tengah) meninjau Vaksinasi Bersama Pemkot Tangsel dan BPJamostek di Lapangan Futsal BSD, Tangerang Selatan, Selasa (31/8/2021). (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Seperti diketahui, vaksinasi ini merupakan sebuah upaya yang sangat penting bagi pekerja agar mendapatkan perlindungan diri terhadap kemungkinan terpapar oleh Covid-19, namun bukan berarti tidak bisa terpapar. Setidaknya jika sudah divaksinasi pekerja sudah memiliki imunitas yang dapat membantu meringankan gejala yang diderita, atau bahkan tanpa memiliki gejala sama sekali, serta meminimalisir potensi terjadinya kejadian yang fatal.

Bersamaan dengan kegiatan ini, BPJAMSOSTEK juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal dunia pada ahli waris pekerja. Jumlah santunan JKK yang disampaikan kepada ahli waris pekerja mencapai lebih dari Rp1 milyar dan diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan.

Pramudya mengucapkan terima kasih kepada Walikota Jakarta Selatan atas koordinasi yang apik dalam pelaksanaan kegiatan ini, dan berharap kegiatan vaksinasi hari ini berjalan lancar dan mampu mencapai tujuan utamanya yaitu mengendalikan penyebaran Covid-19. “Semoga tujuan mulia ini dapat segera dicapai agar masyarakat pekerja dan keluarganya terjaga dari Covid-19 dan bisa kembali fokus merajut asa dan meraih cita,” tutup Pramudya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Menara Jamsostek Mohamad Irfan menambahkan program 'Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK' merupakan bentuk upaya BPJAMSOSTEK untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat herd immunity di Indonesia.

“Kegiatan Vaksinasi Bersama BPJAMSOSTEK ini merupakan salah satu bentuk upaya BPJAMSOSTEK mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan mempercepat herd immunity di Indonesia. Semoga dengan kegiatan Vaksinasi ini terbentuk herd immunity atau kekebalan komunal , sehingga dapat segera mengembalikan produktivitas pekerja” ujar Irfan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel