BPJS TK: Peserta bukan penerima upah naik signifikan saat pandemi

·Bacaan 2 menit

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Anggoro Eko Cahyo menyebut peserta segmen bukan penerima upah mengalami peningkatan dalam setahun terakhir karena tren peralihan pekerja formal menjadi informal sebagai salah satu akibat dampak pandemi COVID-19.

"Tahun ini kami fokus kepada pekerja bukan penerima upah yang kenaikannya 45 persen. Karena memang di masa COVID-19 kami melihat shifting pekerja dari pekerja penerima upah menjadi bukan penerima upah," jelas Dirut BPJS Ketenagakerjaan dalam taklimat media yang diadakan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta pada Rabu.

Anggoro menjelaskan hal itu terjadi ketika pekerja informal mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi beralih menjadi pekerja di sektor informal, yang menjadikan mereka kini berada dalam segmen bukan penerima upah.

Hal itu, jelasnya, menjadi salah satu tantangan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan peserta dari segmen bukan penerima upah.

Baca juga: Jumlah peserta terdaftar BPJS Ketenagakerjaan alami kenaikan pada 2021

Baca juga: Swasta bantu ratusan pekerja rentan jadi peserta BPJAMSOSTEK

Menurut data BPJS Ketenagakerjaan per November 2021, jumlah peserta terdaftar adalah 52,1 juta atau naik 1,25 persen dari jumlah November 2020 yaitu 51,76 juta orang.

Segmen yang mengalami kenaikan peserta terdaftar pada 2021 adalah penerima upah 1,27 persen dan bukan penerima upah 39,91 persen jika dibandingkan periode yang sama 2020. Sementara jasa konstruksi mengalami penurunan 8,88 persen dan pekerja migran Indonesia 41,65 persen.

Sementara untuk tenaga kerja aktif segmen yang mengalami peningkatan adalah penerima upah 4,94 persen dan bukan penerima upah yang naik 45,54 persen dibandingkan 2020. Jasa konstruksi dan pekerja migran Indonesia (PMI) mengalami penurunan masing-masing 8,88 persen dan 41,65 persen.

Total tenaga kerja aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan November 2021 adalah 32,04 juta orang, naik 3,28 persen, atau naik 31,02 juta orang.

"Selama pandemi ini upaya kami adalah mencari segmen yang masih tumbuh dan di sanalah kami fokus program," tegasnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan gelar gerakan sosial penyandang disabilitas

Baca juga: BPJAMSOSTEK pupuk empati ASN lindungi pekerja rentan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel