BPK Lakukan Audit PAD Kota Palangka Raya

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit khusus Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palangka Raya 2011 untuk mengetahui potensi dan penggunaannya sudah tepat sasaran dan akuntabel.

"Kami sengaja meminta bantuan BPK, agar dapat melihat sumber-sumber PAD, apakah sudah maksimal atau belum dan apakah yang sudah dilakukan Pemkot sudah benar atau belum," kata Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia di Palangka Raya, Rabu.

Dengan adanya tim audit pemeriksa hasil daerah, yang akan dilakukan selama satu bulan, hasil dari temuan BPK, akan digunakan sebagai acuan dalam rangka memperbaiki manajemen baik pengelolaan penerimaan PAD maupun laporan keuangan.

Dijelaskannya, tugas BPK tidak hanya mengaudit angaran, akan tetapi juga yang dianggap penting, salah satunya orientasi yang berkaitan dengan Pendapatan asli daerah.

Selain itu BPK juga mempunyai kewenangan untuk melakukan audit kinerja disamping audit khusus, seperti yang saat ini sedang dilakukan terhadap PAD Kota Palangka Raya.

"Kalau di luar negeri,tugas BPK tidak lagi masalah audit keuangan atau audit khusus karena sudah relatif baik, sekarang mereka sudah berlomba-lomba pada audit kinerja,"ujarnya.

Ditambahkannya, dari hasil laporan pertanggung jawaban kepala daerah tahun anggaran 2010, BPK menemukan data bahwa pendapatan asli daerah Palangka Raya yang telah dikelola selama ini, hanya sebagian kecil saja PAD yang dikelola sehingga masih banyak sumber -sumber lain yang bisa ditingkatkan.

Ia berharap, dengan adanya tim audit BPK, Pemkot dapat melakukan perbaikan sebagai motivasi kedepan untuk menggali dan meningkatkan PAD yang selama ini dianggap tidak maksimal dilakukan, berdasarkan informasi dan data yang diberikan BPK.

"Memang dari tim juga mengharapkan kerja sama yang baik antara tim dengan masing-masing SKPD melakukan tugas penerimaan PAD dan juga mengarah bagaimana agar pelaksanaan keuangan yang lebih baik kedepan baik laporan keuangan maupaun penerimaan," ujarnya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.