BPK: SAI20 dan negara G20 akan berkolaborasi dalam implementasi SDGs

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun memastikan akan ada kolaborasi antara Supreme Audit Institutions G20 (SAI20) dengan negara-negara G20 dalam kesinambungan kelangsungan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan pemulihan ekonomi pasca COVID-19.

"Seiring upaya dunia untuk pulih dari pandemi, kita semua dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup," kata Isma di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin.

Meski kepemimpinan Indonesia sebagai Presidensi G20 dijabat pada masa-masa sulit, namun tetap bertujuan memastikan agar seluruh negara dapat sintas dalam menghadapi berbagai tantangan, serta pulih bersama dan menjadi semakin kuat.

Isma menjelaskan SAI20 dibentuk atas inisiatif BPK di masa kepemimpinan Indonesia di masa Presidensi G20 2022, agar bisa berkontribusi terutama pada aspek transparansi dan akuntabilitas good governance.

Sejak dimulainya proses peralihan tampuk kepemimpinan G20 pada 2021, telah diselenggarakan serangkaian pertemuan guna mempersiapkan pembentukan SAI20 sebagai engagement group di G20.


Sebagai hasilnya, telah dibahas dua keluaran utama dari SAI20, yakni aturan tata cara atau rules of procedure, serta komunike (pernyataan bersama) SAI20 terkait percepatan pemulihan ekonomi dan dukungan bagi tercapainya SDGs.

Dengan adanya rules of procedure, ia menilai proses-proses internal serta pengambilan keputusan SAI20 akan lebih lancar dan pasti, serta memberikan arahan/ bagi pengaturan operasional SAI20.

Sementara, komunike SAI20 menyatakan keinginan untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait guna menyatukan upaya bersama dengan Lembaga Pemeriksa Negara di negara-negara G20.

"Komunike ini dapat terwujud dengan adanya tindakan nyata melalui dialog dan kerja sama intensif antara SAI dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, sehingga kita semua dapat berkontribusi pada upaya menjawab permasalahan dalam situasi global saat ini yang sungguh penuh tantangan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, komunike bersama tersebut juga dapat menjadi sumber yang kredibel bagi rujukan yang independen dan obyektif dalam mendukung para pemimpin G20 guna memastikan dan meningkatkan pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik di lembaga-lembaga sektor publik, serta efektivitas program dan kebijakan mereka.

"Dalam jangka panjang, saya meyakini bahwa pembentukan SAI20 akan mendorong inovasi dimana peran SAI dapat makin diperkuat," ucap Isma.

Baca juga: Wapres Ma'ruf ingin SAI20 jadi warisan Presidensi G20 Indonesia

Baca juga: Ketua BPK: 12 negara hadiri Konferensi Tingkat Tinggi SAI20 2022