BPK: WTP Jangan Diartikan Jamin Bebas Korupsi

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo mengatakan, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) BPK jangan disalahartikan telah menjamin tidak adanya korupsi atau kecurangan pada sebuah lembaga.

"Opini WTP tidak menjamin bahwa pada entitas yang bersangkutan tidak ada korupsi. Karena pemeriksaan laporan keuangan tidak ditujukan secara khusus untuk mendeteksi adanya korupsi," kata Hadi Purnomo di Jakarta, Kamis.

Akhir-akhir ini, katanya, masyarakat sering bertanya mengapa pada kementrian tertentu terjadi korupsi padahal laporan keuangannya memperolaeh opini WTP dari BPK.

Kemudian dari hal itu,lanjut Purnomo, banyak yang meniali bahwa Opini WTP BPK sudah tidak obyektif karena sudah tercipta kondisi saling pengertian atau kolusi antara BPK dan kementrian atau lembaga. "Saya merasa prihatin mengenai pemahaman WTP yang tidak tepat," katanya.

Opini tersebut, jelas Hadi, dasar pertimbangannya adalah kewajaran penyajian pos-pos laporan keuangan dalam semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan prinsip akuntansi yang berterima umum di Indonesia.

"Kewajaran itu bukan berarti kebenaran mutlak atas suatu pos dalam laporan keuangan. Perlu diketahui bahwa pemeriksaan keuangan tidak ditujukan untuk menemukan adanya suatu kecurangan atau korupsi," kata Hadi.

Ia menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya BPK memiliki tiga jenis pemeriksaan. Yaitu, pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) yang memiliki tujuan masing-masing.

Pemeriksaan keuangan ditujukan untuk memberikan opini apakah laporan keuangan sudah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU).

Sementara, pemerikaasn kinerja ditujukan untuk menilai kinerja entitas apakah pelaksanaan suatu programnya sudah ekonomis, efisien, dan efektif.

Pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) adalah pemeriksaan investigatif untuk mengungkap adanya kecurangan atau korupsi.

"Opini WTP merupakan produk dari pemeriksaan keuangan yang tidak bisa dilaksanakan untuk menilai kinerja suatu entitas. Demikian pula pemeriksaan kinerja tidak dapat dilaksanakan untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan," katanya.

Hadi menambahkan, BPK wajib mengungkapkan apabila menemukan kekeliruan atau kecurangan baik yang berpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap kewajaran opini atas laporan keuangan.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...