BPKN Bakal Seret Thailand karena Diduga Terlibat dalam Senyawa Perusak Ginjal

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rizal E Halim menaruh kecurigaan pada Thailand soal obat sirup mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) menggunakan bahan baku propilen glikol yang diproduksi dow chemical Thailand.

"Tidak tertutup kemungkinan. Karena kalau kemarin kita lihat, ternyata ada dua dari tiga perusahaan yang dipidana dengan ambang batas yang luar biasa dahsyat yang kalau kita konsumsi bisa sangat mematikan," katanya di Kantor BPKN, Jakarta, Jumat (4/11).

Adapun perusahaan farmasi yang disinyalir menggunakan bahan berbahaya tersebut adalah PT Universal Pharmaceutical Industry dan PT Yarindo Farmatama.

Meneruskan pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Rizal menyebut, kedua perusahaan tersebut mengambil sumber bahan baku yang sama, dow chemical dari Thailand.

"Itu satu produsen. Itu kita harus punya komunikasi dengan otoritas Thailand, karena ini kan kejahatan kemanusiaan kalau sudah menimbulkan kehilangan nyawa yang masif. Lebih besar dari Kanjuruhan," ungkapnya.

BPKN Bakal Cek Langsung

"Kita akan cek. Karena kalau audit secara keseluruhan itu pasokan bahan baku, dua dari tiga perusahaan itu punya sumber yang sama," dia menambahkan.

Guna memperdalam penyidikan, BPKN akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, hingga Kementerian Luar Negeri.

"Kalau memang itu ada indikasi ke sana, maka kita bisa bersurat ke Thailand," tegas Rizal.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]